Saraba Kawa

Petani lebih diuntungkan dengan adanya UPPB

Warga Desa Masingai 1 dan Masingai 2 Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Kalsel sebagian besar warganya merupakan petani karet.

Petani lebih diuntungkan dengan adanya UPPB
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Warga Desa Masingai 1 dan Masingai 2 Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Kalsel sebagian besar warganya merupakan petani karet 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Warga Desa Masingai 1 dan Masingai 2 Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Kalsel sebagian besar warganya merupakan petani karet.

Para petani karet sering dipusingkan dengan harga karet yang tidak menentu, namun saat ini dengan adanya Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB)

Untuk terus meningkatkan harga karet Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), salah satunya adalah UPPB Pelita Abadi di Desa Masingai 1.

Kepala UPBB Pelita Abadi Nawianto mengatakan pihaknya berupaya menggandeng masyarakat untuk bisa ikut serta mengembangkan usaha milik bersama yang dikelola oleh kelompok tani.

Warga Tanjung sedang menimbang hasil karet dari kebun
Warga Tanjung sedang menimbang hasil karet dari kebun (Dok Humas Pemkab Tanjung untuk BPost Group)

Petani biasanya menjual karet dalam bentuk karet basah dengan harga Rp 7.600 perkilogram, melalui UPPB Pelita Abadi bersedia membeli dengan harga Rp 8.250 per kilogram dalam bentuk karet kering dan bersih.

Nawianto menjelaskan sebelum dijual karet basah diinapkan dulu selama satu malam untuk mengurangi kadar air sebesar 15 persen. 

Daryoto Seksi Pemasaran UPBB Pelita Abadi mengatakan sampai saat ini sudah sekitar 70 petani yang mau bergabung dan menjalankan sistem penjualan karet kering.

"Sisanya masih lebih memilih untuk menjual karet dalam bentuk basah, alasannya mungkin memang lebih mudah dan tidak menunggu satu hari untuk pembayaran karet, padahal jelas lebih menguntungkan jika menjual dalam bentuk karet kering," ungkapnya.

Dalam satu minggu UPPB PElita Abadi bisa mendapatkan 6 ton karet kering dan bersih dari petani, yang kemudian selama dua minggu sekali dikirimkan di pabrik PT Karias Tabing di Kabupaten Hulu Suungai Utara (HSU) untuk dijual dengan harga Rp 10.700.

"Kami selalu transparan kepada petani dan anggota kelompok mengenai harga pabrik dan harga produksi untuk pengembangan UPPB," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved