Kriminalitas Kabupaten Banjar

Satpol PP Kabupaten Banjar Amankan Pasangan Muda Berbuat Asusila di RTH Ratu Zalecha

Giat patroli Satpol PP Kabupaten Banjar yang dimotor regu Merpati tidak pulang dengan tangan kosong.

Satpol PP Kabupaten Banjar Amankan Pasangan Muda Berbuat Asusila di RTH Ratu Zalecha
Satpol PP Kabupaten Banjar
Satpol PP Kabupaten Banjar mengamankan beberapa remaja di pasar Kayutangi eks bioskop, Rabu (3/4) tengh hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Giat patroli Satpol PP Kabupaten Banjar yang dimotor regu Merpati tidak pulang dengan tangan kosong.

Dipimpin Komandan Regu Merpati, Sutomo. berhasil mengamankan beberapa remaja di pasar Kayutangi eks bioskop, Rabu (3/4) tengh hari.

Ditengarai, lokasi itu sering kali digunakan para remaja untuk menghirup lem fox, hingga memabukan.

Para remaja yang diamankan yakni M Ali Musasi (21), M Sufiannor yang keduanya merupakan warga Mentaos Banjarbaru, M Azhari (23) warga Murungkeraton.

"Mereka sudah dipulangkan sekitar pukul 00.00 wita, tetapi KTP dan KTP penjamin mereka kami amankan. Namun hari ini mereka kami suruh datang kembali ke kantor Satpol PP Kabupaten Banjar untuk selanjutnya ditangani oleh penyidik," katanya, Kamis (4/4).

Baca: Keterbatasan Fisik dan Mental Tak Menghalangi Atlet Kalsel Ini Berprestasi dan Menginspirasi Dunia

Baca: Raih Dua Emas di Bukit Jalil, Malaysia, Yahya Jadi Andalan Timnas Sepakbola CP Indonesia

Lanjut Sutomo, mereka dijerat dengan Perda Nomor 6 tahun 2017 Pasal 5 tentang penyalahgunaan alkohol.

Ancaman kurungan enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Namun menurutnya, seperti kebanyakan, hakim menjatuhkan denda, karena mereka baru pertama kali tertangkap.

Satpol PP Kabupaten Banjar memproses pasangan muda mudi diduga melakukan tindakan asusila di taman RTH Ratu Zalecha Martapura, Rabu (3/4) malam. Karena dibawah umur, sehingga prosesnya hanyalah berupa pembinaan dan memanggil orangtua masing-masing.

Sutomo mengatakan, petugas taman mengantar pasangan muda mudi yang kedapatan melakukan hubungan asusila di taman RTH Ratu Zalecha.

Pertama kali yang mengamankan adalah penjaga RTH Ratu Zalecha, kemudian selanjutnya membawa ke kantor Satpol PP guna pendataan.

Pasangan pertama bernama M FH warga Pematangbaru dan RH warga Sungaituan. Perempuan wajib dijemput orangtua wali atau keluarga, karena tindakan asusila mereka ini dinilainya sudah memprihatinkan.

“Semua pasangan telah dijemput orangtuanya dan dibawah umur. Sehingga hanya pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan pembinaan,” kata Sutomo. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved