Psikologi Anak

4 Tips Memandu Bakat Anak, Psikolog Firda Yuserina : Jangan Paksa Ambisi Orangtua Tapi Biarkan Enjoy

4 Tips Memandu Bakat Anak, Psikolog Firda Yuserina:  Jangan Paksa Ambisi Orangtua Tapi Biarkan Enjoy

4 Tips Memandu Bakat Anak, Psikolog Firda Yuserina : Jangan Paksa Ambisi Orangtua Tapi Biarkan Enjoy
istimewa
Ilustrasi: Bakat anak beragam, perlu trik khusus untuk memandunya. 

Psikolog ULM Firda Yuserina Mpsi  Memberikan Panduan Bagaimana Memandu Bakat Anak  

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tiap anak memiliki bakat yang berbeda. Terkadang orangtua tidak mengenali atau bahkan memaksakan anak melakukan sesuatu tidak sesuai bakatnya.

Padahal, tugas orangtua adalah membimbing dan men-support atau memandu bakat anak ututk berkembang, bukan memaksakan anak menjalani apa yang menjadi ambisi orangtua.

Kadang orangtua merasa bagus kalau bakat yang ini dikembangkan atau bagus masuk jurusan ini. Padahal yang menjalani itu anak sendiri.

Baca: Ada Cara Mengasah Kecerdasan Kinestetik Menurut Psikolog ULM Rika Vira Zwagery

Berikut adalah 4 (empat) tips memandu bakat anak oleh Psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Firda Yuserina Mpsi, seperti dikutip dari koran Banjarmasin Post.

  1.  Asalkan Positif
  2. Biarkan anak mengembangkan bakat
  3.  Berikan stimulus
  4. Lihat apakah enjoy 
  5. Jangan dipaksa
Firda Yuserina M.Psi, Psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Firda Yuserina M.Psi, Psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) (istimewa)

Baca: 5 Ciri Anak Sedang Alami Stress, Psikolog Sukma Noor Akbar Ingatkan Anak Punya Keterbatasan Fisik

Sebenarnya, tidak jadi masalah jika anak fokus pada bidang yang ia senangi, asalkan bidang tersebut positif.

Jika orangtua menyayangkan, kenapa anaknya hanya fokus satu bidang, padahal punya banyak bakat, tidak apa-apa.

Sambil jalan saja, biarkan anak mengembangkan bakat yang diminatinya.

Baca: Cara Mengembang Pontensi Anak, Psikolog : Mesti Sejalan dengan Pendidikannya

Tetap berikan stimulus untuk bakat lain tanpa mengganggu waktu anak untuk mendalami hal yang ia sukai.

Misal, rutinitasnya anak ikut TK Alquran, tapi di waktu libur atau waktu senggang bisa diikutkan les musik, misalnya kalau dia punya bakat musik.

Tapi lihat lagi apakah anak enjoy atau tidak, kalau enjoy ya lanjutkan. Kalau anak kecapaian atau merasa tidak suka, maka distop dan jangan dipaksakan.

Orangtua dan anak akan punya kehidupan yang berbeda, biarkan mereka bebas memilih apa yang mereka sukai untuk hidupnya.

Kalau anak merasa terpaksa, kurang enjoy dan merasa tidak nyaman, nanti hasilnya juga tidak akan maksimal. (Banjarmasinpost.co.id/salmah)

Penulis: Salmah
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved