Berita Batola

Data Sawah di Batola dari BPS Pusat Salah karena Menggunakan Data ini

KABID Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dinas Pertanian Batola, Sri Haryani, menjelaskan, jatah pupuk subsidi untuk Batola pada 2018

Data Sawah di Batola dari BPS Pusat Salah karena Menggunakan Data ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (5/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - KABID Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dinas Pertanian Batola, Sri Haryani, menjelaskan, jatah pupuk subsidi untuk Batola pada 2018 sebanyak 9.000 ton dan pada 2019 hanya mendapatkan 3.000 ton atau ada pengurangan 6.000 ton.

“Pihak yang membagi pupuk adalah Dinas Pertanian Provinsi Kalsel. Atas penurunan jatah pupuk dari 9.000 ton menjadi 3.000 ton ini pernah kami layangkan protes keras ke Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kalsel,” kata Sri.

Diakui Sri, ada ketidaksinkronan terkait data luasan pada sawah di Kabupaten Batola dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat.

Data sawah dari Pemkab Batola, sebanyak 100 ribu hektare wajib diberi pupuk subsidi.

Baca: Petani Mengeluh Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi Seharga Tiga Kali Lipat Pupuk Subsidi

Baca: Nagita Slavina Bungkam Ditanya Kehamilan, Sosok Ini Bocorkan Istri Raffi Ahmad Siapkan Adik Rafathar

Baca: Fakta Dibalik Syahrini dan Reino Barack Eks Luna Maya Bisa Bintangi Iklan, Bukan Job Biasa

Baca: Ditawari Peran Biarawati dalam Film Ave Maryam, Maudy Koesnaedi Mengaku Kesulitan Terkait Hal Ini

Sementara data dari BPN Pusat untuk sawah yang perlu pupuk di Batola subsidi hanya 35 ribu hektare.

“Terkait perbedaaan data luasan sawah Batola yang perlu diberi pupuk subsidi, kita sudah melayangkan klarifikasi ke Dinas Pertanian Provinsi Kalsel. Masa Batola sebagai lumbung padi terbesar di Kalsel cuma mencapatkan jatah pupuk 3.000 ton saja. Padahal, sebelumnya 9.000 ton,” katanya.

Atas protes dari Batola ini, sambungnya, maka Dinas Pertanian Kalsel mempersilakan Kabupaten Batola mengajukan jumlah pupuk sesuai kebutuhan dan luas sawah yang ditanam padi melalui distributor sesuai kelompok tani masing-masing sepanjang tidak melebihi kuota Kalsel.

Diakuinya, untuk petani wilayah Kecamatan Cerbon dan Mandastana memang agak terlambat penyaluran pupuk subsidinya.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pihak kelompok tani mengajukan pupuk subsidi setiap bulannya sebelum tanggal 15.

“Jika lewat tanggal 15, maka akan disalurkan pada bulan berikutnya,” tegas Sri.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved