Berita Batola

Petani Mengeluh Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi Seharga Tiga Kali Lipat Pupuk Subsidi

Setiap kali datang pupuk subsidi, Fahrurozi membeli sebanyak 300 kilogram pupuk jenis urea dan NPK untuk lahannya seluas dua hektare.

Petani Mengeluh Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi Seharga Tiga Kali Lipat Pupuk Subsidi
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (5/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Terpaksa beli pupuk komersial atau nonsubsidi dengan harga tiga kali lipat.

Itulah keputusan yang dilakukan Fahrurozi, petani dari kelompok tani Bunga Padi di RT 03 di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola karena pupuk subsidi yang seharusnya disalurkan Januari silam, belum juga kelihatan.

“Iya pupuk subsidi harusnya sudah disalurkan Januari silam. Tapi sampai sekarang belum ada. Terpaksa kita membeli pupuk nonsubsidi atau komersial dengan harga tiga kali lipat,” kata Fahrurozi, Kamis (4/4).

Setiap kali datang pupuk subsidi, Fahrurozi membeli sebanyak 300 kilogram pupuk jenis urea dan NPK untuk lahannya seluas dua hektare.
Sayangnya, sampai saat ini tidak ada kepastian kapan pupuk subsidi akan muncul.

“Kita sudah tanya ke agen pupuk dan kelompok tani. Tapi sampai sekarang tak ada kejelasan soal pupuk subsidi,” katanya.

Tak kunjung keluarnya pupuk subsidi, akhirnya Fahrurozi dan para petani lainnya mengambil keputusan membeli pupuk nonsubsidi atau komersial yang sangat mahal harganya, yakni tiga kali lipat harga pupuk subsidi.

Baca: Nagita Slavina Bungkam Ditanya Kehamilan, Sosok Ini Bocorkan Istri Raffi Ahmad Siapkan Adik Rafathar

Baca: Fakta Dibalik Syahrini dan Reino Barack Eks Luna Maya Bisa Bintangi Iklan, Bukan Job Biasa

Baca: Momen Luna Maya Bertemu Syahrini Istri Reino Barack, Bahas Pernikahan

Baca: Denny Sumargo Sebut Chelsea Islan Wanita Idamannya: Densu: Kalau Ketemu Curhat dan Ngobrol

“Untuk pupuk subsidi selama ini harganya hanya Rp 95 ribu per karung isi 50 kilogram. Sementara, pupuk nonsubsidi Rp 300 ribu per karung. Kita merasa benar-benar kejepit dan tertekan dengan harga pupuk ini,” kata pria kelahiran 1983 silam ini.

Dijelaskannya, padi yang ditanam oleh kelompok tani Bunga Padi adalah jenis Karang Dukuh.

Saat ini padi yang ditanam sudah sejak empat bulan lalu dan jika tidak diberi pupuk, maka kemungkinan gagal panen tinggi.

“Tanpa diberi pupuk, maka padi dipastikan tak akan tumbuh dengan baik. Ada kemungkinan besar gagal panen,” katanya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved