Mengenal Keganasan Buaya Kalteng

Teror Buaya Ganas di Sungai Mentaya Sampit, Kalteng, Pulau Hanaut Jadi Wadah Berjemur Sang Predator

Pulau Hanaut yang berada di tengah Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dikenal sejak dahulu sebagai tempat

Teror Buaya Ganas di Sungai Mentaya Sampit, Kalteng, Pulau Hanaut Jadi Wadah Berjemur Sang Predator
youtube
Ilustrasi Buaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pulau Hanaut yang berada di tengah Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dikenal sejak dahulu sebagai tempat berkembangbiaknya buaya muara.

Pulau Hanaut yang luasnya sekitar tiga hektare ini bisa langsung dilihat dari Samuda, Ibu Kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang ada di seberang Pulau Hanaut tersebut.

Ketika air Sungai Mentaya surut, hingga, saat ini pun, dibantaran sungai ini banyak sekali terlihat buaya muara yang berjemur dari yang ukuran kecil hingga ukuran besar mencapai lima sampai enam meter sehingga kerap jadi tontonan warga yang lewat pakai kapal atau kelotok.

Dulunya, hewan-hewan ganas ini tidak mengganggu warga yang ada di masyarakat yang ada disekitar pulau, tetapi belakangan sudah banyak yang menjadi korban serangan buaya ganas.

Baca: Mau Ubah Bentuk Wajah Kamu Tanpa Sayatan? Bedah Molekuler Mungkin Jadi Solusi

Baca: Terungkap! Untuk Siapa Lagu Dara Ariel NOAH Tercipta, Luna Maya atau?

Baca: Surabaya Bukan Lagi Kota Bagi Perokok, Bila Sembarangan Denda Seperempat Juta Siap Menanti

Lurah Pulau Hanaut, Ardiansyah, menduga mengganasnya buaya tersebut lantaran ada orang yang sering mengganggu telur induk buaya , ini ditambah lagi dengan berkurangnya makanan buaya terutama monyet yang juga menghuni pulau tersebut.

Pulau Hanaut ini banyak dihuni buaya ganas Sungai Mentaya, disinilah buaya beranak pinak sejak dulu hingga sekarang.
Pulau Hanaut ini banyak dihuni buaya ganas Sungai Mentaya, disinilah buaya beranak pinak sejak dulu hingga sekarang. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

"Ya, memang kadang ada yang mencuri telurnya, makanya buaya itu bisa menyerang warga dengan menyeberang sungai hingga ada yang kaki atau tangannya buntung bahkan ada juga yang ditemukan tewas di sungai," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved