Tajuk

Melestarikan Arwana Kita

Arwana yang dulu banyak di sungai dan danau di Kalimantan Selatan itu memiliki karakter fisik, yaitu sirip oranye dan ekor berwarna kekuningan.

Melestarikan Arwana Kita
banjarmasin post group/ nia kurniawan
Suasana puluhan ekor ikan arwana jenis Banjar Red dilepasliarkan di Danau Tamiang, Kamis (4/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - IKAN arwana sudah lama populer di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, terutama Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Binatang air tawar berjuluk ikan naga itu punya bentuk tubuh yang bagus, kulit menawan, indah saat berenang meliuk-liuk. Sebagian orang yang percaya mitos tuah arwana. Mulai dari pembawa hoki/keberuntungan hingga mampu menyembuhkan penyakit. Wallahualam.

Namun satu yang pasti termasuk ikan mahal. Harga arwana dewasa mencapai jutaan rupiah. Arwana Red Banjar (Banjar Red Arowana) misalnya, dijual Rp 2 juta per ekor.

Arwana yang dulu banyak di sungai dan danau di Kalimantan Selatan itu memiliki karakter fisik, yaitu sirip oranye dan ekor berwarna kekuningan. Ikan ini termasuk memiliki warna merah level 2 meskipun tidak terlihat seperti Arwana Merah (Arwana Super Red atau biasa disebut siluk merah, punya susunan sisik yang rapi).

Insya Allah, Arwana Red Banjar bakal kembali banyak ditemukan di sungai atau pun danau di Banua. Itu apabila upaya penambahan dan pelestariannya berjalan lancar sesuai harapan.

Pada November 2016, ratusan ekor indukan Arwana Red Banjar dilepasliarkan pihak Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMKHP) Kelas II Banjarmasin Banjarbaru. Indukan arwana super berukuran 80 sentimeter itu dilepasliarkan di areal konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kabupaten Banjar.

Terkini, pelepasliaran arwana Banjar Red dilakukan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak bersama pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Satwas Banjarmasin, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, di Danau Tamiyang, Desa Mandikapau, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, pertengahan pekan ini.

Ada 54 ekor anak arwana yang dikembalikan kehabitatnya. Bibit ikan tersebut merupakan hasil sitaan BKIPM Entikong, Kalimantan Barat, saat akan diselundupkan ke Malaysia pada Maret 2019.

Arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Selain itu, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2014, disebutkan, anak ikan arwana berukuran kurang dari 12 cm dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia. Dan secara khusus ada Perda nomor 7 tahun 2005 tentang Pengawasan dan Pelelestarian Sumber Daya Ikan.

Sebagai masyarakat daerah ini, kita harus mendukung upaya tersebut. Cara paling sederhana ya turut menjaga kelestariannya. Bagi yang hobi memancing, ada baiknya bermurah hati melepaskan kembali kembali saat mengetahui ada arwana masuk jala atau tersangkut mata kail. Boleh saja sebelum merilis kembali, berselfie dengan arwana tadi.

Selanjutnya foto silakan diunggah ke akun media sosial sebagai informasi bahwa di sungai atau di danau daerah kita sudah banyak kembali Arwana Red Banjar yang eksotik. Dan jangan lupa disertai ajakan untuk sama-sama menjaga habitatnya agar terus eksis dari generasi ke generasi. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved