Berita Tabalong

Retribusi Pasar untuk PAD, Kabupaten Tabalong Targetkan Raih Melebihi Rp 2,6 Miliar

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong salah satunya adalah dari retribusi.

Retribusi Pasar untuk PAD, Kabupaten Tabalong Targetkan Raih Melebihi Rp 2,6 Miliar
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Pasar Mahe Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong salah satunya adalah dari retribusi.

Termasuk retribusi pasar yang diberlakukan di seluruh pasar yang telah tercatat dan dikelola secara resmi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Untuk retribusi pasar bekerjasama dengan setiap UPT yang mengelola pasar, retribusinya diberlakukan dan dipungut setiap hari. Dan hal ini akan terus ditingkatkan dengan memberlakukan retribusi kepada seluruh pedagang.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Fariddudin mengatakan, untuk retribusi pasar akan terus ditingkatkan agar sesuai dengan target pencapaian.

Pada tahun 2018 target retribusi pasar sebesar Rp 2,6 miliar dan berhasil tercapai 92 persen. Untuk 2019 tidak jauh dari target pada tahun sebelumnya dan diharapkan target pencapaian bisa tercapai bahjan melebihi.

Retribusi untuk menambahkan pendapatan daerah yang digunakan kembali untuk pembangunan. Fariddudin menambahkan pada tahun 2019 ada beberapa pembangunan fisik yang bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Madura United vs Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2019 Malam Ini

Baca: Cobaan Berat Asisten Raffi Ahmad, Masih Dalam Kandungan Mau Digugurkan, Nagita Slavina Sangat Sedih

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 33 : Everton vs Arsenal, Chelsea vs West Ham di Beinsports

Dari DAK 2019 mendapatkan anggaran Rp 3,1 miliar untuk penambahan los pasar Pasar Mahe Kecamatan Haruai dan renovasi pasar Wayau Kecamatan Tanjung.

Sedangkan yang bersumber dari APBD 2019 adalah lanjutan pembangunan Pasar Panas sebesar Rp 1.4 miliar, Pasar Kelua rehap kantin dan peninggian halaman sebesar Rp 1.2 miliar.

"Untuk peninggian halaman ditinggikan sekitar satu meter karena pada saat hujan ada beberapa halaman yang terendam air sebingga jalan masuknya air akan ditinggikan," ujarnya.

Untuk pembangunan pasar Mahe berupa lost pasar pedagang berharap didirikan dibagian depan agar pembeli tetap mudah untuk menjangkau.

Yuni salah satu pedagang mengatakan selamabini untuk berjualan dibagian depan bangunan utama pasae para pedagang membangun tempat untum berjual sendiri dengan peralatan seadanya yaitu terpalbyang dikaitkan dan digunakan sebagai atap. "Kalau alasnya membawa papan yang kemudian dilapisi dengan terpal lagi agar lebih tinggj dari tanah," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved