Berita Nasional

Fakta Baru Kebocoran Anggaran Negara Rp 1.000 Triliun Versi Prabowo Subianto, Ini Kata Petinggi KPK

Fakta Baru Kebocoran Anggaran Negara Rp 1.000 Triliun Versi Prabowo Subianto, Ini Kata Petinggi KPK

Fakta Baru Kebocoran Anggaran Negara Rp 1.000 Triliun Versi Prabowo Subianto, Ini Kata Petinggi KPK
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fakta Baru Kebocoran Anggaran Negara Rp 1.000 Triliun Versi Prabowo Subianto, Ini Kata Petinggi KPK

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya selalu diejek oleh para elite karena mengatakan kebocoran anggaran negara mencapai Rp 1.000 triliun.

Namun tiga hari yang lalu, lanjut Prabowo Subianto, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyebut kebocoran anggaran mencapai Rp 2.000 triliun.

Hal itu ia ungkapkan saat berpidato di kampanye rapat akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Menanggapi itu, Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mengatakan, pihaknya tak memiliki kajian khusus yang menyebut kebocoran anggaran mencapai Rp 2.000 triliun.

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016).
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

"Enggak, enggak pernah kita mengkaji itu, Litbang (KPK) enggak pernah mengkaji khusus itu," kata Pahala kepada Kompas.com, Minggu (7/4/2019).

Menurut Pahala, hal itu merupakan hitungan perkiraan penerimaan negara apabila seluruh wajib pajak di Indonesia patuh.

Selain itu, kata Pahala, Indonesia seharusnya bisa meningkatkan rasio pajak (tax ratio).

"Itu ngitungnya kira-kira begini, nih, kan ada tax ratio, kan itu diambil dari GDP, nah sekarang kan kita sekitar tax ratio kita 10 persenan.

Nah itu diandaikan, kalau kita benar-benar orang bayar pajak patuh semua gitu. Itu pun di negara-negara Skandinavia itu tax ratio bisa 30-40 persen dari GDP," kata dia.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved