Berita Kalteng

176 Peserta Ikuti Sosialisasi DAK Non Fisik Kesetaraan LKP dan PKBM, Ini Harapan Kadisdik Kapuas

Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kesetaraan Bagi LKP

176 Peserta Ikuti Sosialisasi DAK Non Fisik Kesetaraan LKP dan PKBM, Ini Harapan Kadisdik Kapuas
Disdik Kapuas
Kepala Dinas Pendidikan Ilham Anwar beserta jajaran Diknas Kabupaten Kapuas berfoto bersama dengan seluruh peserta usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan DAK Non Fisik Kesetaraan Bagi LKP dan PKBM se Kabupaten Kapuas Tahun 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUASDinas Pendidikan Kabupaten Kapuas menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kesetaraan Bagi LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) se Kabupaten Kapuas Tahun 2019 akhir pekan tadi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kapuas, Ilham Anwar.

"Pendidikan Non Formal (PNF) merupakan salah satu jalur pendidikan pada sistem pendidikan nasional bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dijangkau dan dipenuhi oleh pendidikan formal," kata Ilham Anwar.

Dilanjutkannya, PNF memberikan berbagai pelayanan pendidikan bagi setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan sepanjang hayat.

Baca: Muncul Sejak 100 Tahun Lalu di Marabahan Kabupaten Batola, Gara-gara Digangu Siluman Naga saat Mandi

Baca: Saking Kerasnya Digoyang Si Naga, Pengantin Pria Harus Diurut Dulu Sebelum Tempur Malam Pertama

Ia menerangkan pula, pendidikan merupakan kebutuhan dasar termasuk pendidikan kesetaraan yang di prioritaskan pada anak umur 7 sampai 18 tahun yang merupakan usia wajib belajar.

"Merujuk pada ketentuan tersebut mengandung konsekuensi Pemerintah Daerah wajib membiayai pendidikan kesetaraan program Paket A, B, dan C mengingat keuangan daerah yang terbatas. Oleh karena itu kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat mengalokasikan DAK Nonfisik BOP Kesetaraan untuk membantu daerah memenuhi layanan pendidikan bagi peserta didik program kesetaraan," paparnya.

Baca: 384 SK CPNS Dibagikan, Satu Orang CPNS Banjarmasin Jatuh Lalu Diangkat Pria Berseragam Hitam Putih

Baca: Bukti Syahrini Akan Istiqamah Berhijab Usai Dinikahi Reino Barack? Cek Curhat ke Ustadz Abdul Somad

Oleh karena itu, ia berharap dalam menjalankan program atau kegiatan hendaknya mengikuti peraturan dan petunjuk teknis yang sudah ditentukan.

Ia menekankan pula agar selalu melaporkan kegiatan atau program yang dilakukan secara berkala dan berjenjang sehingga kontrol atau pengawasan baik dari Penilik PNF, UPTD, dan pemerintah setempat agar pelayanan pendidikan di masyarakat tetap terarah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Marce Yansen, kegiatan tersebut bertujuan agar terlaksananya Sosialisasi Program Pemendikbud Nomor 7 Tahun 2019 tentang petunjuk teknik penggunaan dana alokasi khusus non fisik kesetaraan.

Kemudian, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lembaga tentang proses dan tata cara pelaksanaan Bantuan Operasional DAK Nonfisik Kesetaraan dan memahami rambu-rambu petunjuk teknik kegiatan dan tata cara pelaporan dana bantuan operasional lembaga tahun 2019.

"Peserta sosialisasi sebanyak 176 peserta yang terdiri dari pengelola PKBM berjumlah 48 orang, Pengelola LKP berjumlah 33 orang, UPTD berjumlah 34 orang, SKB berjumlah 10 orang, Penilik berjumlah 21 orang, jajaran Dinas Pendidikan berjumlah 30 orang," katanya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala BP PAUD dan DIKMAS Provinsi KaltengSantoso, Junaidy, dan Kepala Dinas Pendidikan Ilham Anwar.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved