Travel

Berikan Kemudahan Masuk untuk 50 Negara Termasuk Indonesia, Pakistan Berlakukan Visa On Arrival

Pada Januari 2019, Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry mengumumkan akan memberlakukan visa on arrival bagi 50 negara.

Berikan Kemudahan Masuk untuk 50 Negara Termasuk Indonesia, Pakistan Berlakukan Visa On Arrival
parhlo.com
Banjosa Lake 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pada Januari 2019, Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry mengumumkan akan memberlakukan visa on arrival bagi 50 negara.

Indonesia adalah salah satu dari 50 negara yang mendapat kemudahan visa on arrival.

Lewat situs resmi visa Pakistan, www.dgip.gov.pk dan www.visa.nadra.gov.pk/visa-on-arrival-tourist/dijelaskan bahwa 50 negara termasuk Indonesia bisa masuk ke Pakistan cukup dengan visa on arrival.

Turis Indonesia bisa syarat mengajukan permohonan 48-72 jam sebelum kedatangan ke Pakistan untuk mendapat Electronic Travel Authorization (ETA).

Untuk biaya pembuatan visa ke Pakistan per 20 Maret 2019, bagi pemegang paspor Indonesia sekali masuk (single entry) adalah 25 dollar AS atau setara Rp 355.000.

Baca: Muncul Sejak 100 Tahun Lalu di Marabahan Kabupaten Batola, Gara-gara Digangu Siluman Naga saat Mandi

Baca: Seperti Drama, Begini Perjuangan Sahabat Jelang Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella

Baca: Sindiran Rieta Amilia pada Nagita Slavina karena Kalah dari Raffi Ahmad Soal Ini dalam Ultahya

Baca: Postingan Mulan Jameela Soal Awan Berlafadz Allah Disorot, Istri Ahmad Dhani Tulis Ini

Visa Pakistan bagi pemegang paspor Indonesia berlaku untuk maksimal tiga bulan sekali kunjungan.

Pariwisata di Pakistan terkenal sebagai salah satu negara dengan peradaban tertua di dunia.

Negara ini dikelilingi pegunungan es dan lembah hijau.

Pakistan juga terkenal sebagai jalur sutera di zaman lampau, membuat negara ini punya banyak peninggalan sejarah dan budaya yang menarik untuk dieksplor.

Sebenarnya pada 1970 pariwisata Pakistan melejit dengan nama "Hippie Trail" atau jalur hippie yang dilalui wisatawan negara Barat.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved