China Rancang Teknologi AI Mengawasi Ribuan Narapidana di Penjara ini

Penjara Yangcheng di China baru saja menyelesaikan pembangunan sistem pengawasan pintar yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

China Rancang Teknologi AI Mengawasi Ribuan Narapidana di Penjara ini
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penjara Yangcheng di China baru saja menyelesaikan pembangunan sistem pengawasan pintar yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sistem tersebut dirancang untuk selalu mengawasi lebih dari 1.600 narapidana Yangcheng, termasuk para penjahat VVIP, bahkan ketika mereka berada di dalam sel.

Dilaporkan oleh South China Morning Post, Senin (1/4/2019); sistem ini terdiri dari jaringan kamera yang akan merekam semua tindak tanduk narapidana di dalam fasilitas seluas 40 hektare tersebut.

Rekaman kemudian dikirimkan ke komputer berteknologi AI untuk diolah lebih lanjut.

Komputer yang dilengkapi dengan fungsi identifikasi wajah dan analisis gerakan ini kemudian akan menghasilkan laporan lengkap berisi analisis perilaku setiap narapidana.

Bila tidak ada masalah, laporan ini langsung disimpan dalam arsip.

Baca: Wajah Bahagia Mantan Istri Sule, Lina Saat Bersama Anak-anaknya, Tapi Rizky Febian Tak Terlihat?

Baca: Rizieq Syihab Ungkap 10 Alasan Banyak Pendukung Antusias Kepada Prabowo-Sandi

Baca: Pertemuan Gading Marten dan Wijaya Saputra Sudah Dilakukan? Wijin Tegaskan Soal Gisella Anastasia

Baca: Kejutan Veronica Tan pada Putra Bungsu Ahok BTP, Nicholas Sean dan Nathania Sembunyi di Sini

Namun bila komputer mendeteksi perilaku abnormal, misalnya narapidana ditemukan berjalan maju mundur untuk durasi waktu tertentu di dalam sel, AI akan menyalakan alarm agar sipir manusia dapat melakukan pemeriksaan secara langsung.

Sistem pintar ini diciptakan oleh beberapa insitut penelitian, seperti Universitas Tianjin dan perusahaan teknologi pengawasan Tiandy.

Juru bicara proyek dari Tiandy, Meng Qingbao, berkata bahwa dengan adanya sistem ini, “kaburnya napi akan tinggal sejarah”.

Pasalnya, sistem ini akan selalu mengetahui di mana narapidana dan apa yang ia lakukan, bahkan ketika narapidana tersebut berusaha untuk menyembunyikan diri di kantin atau koridor yang rama sekalipun.
“Teknologi mutakhir ini membuat kamera mampu mengikuti 200 wajah sekaligus,” ujar Meng.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved