Berita Kotabaru

Dinas Perdagangan Kotabaru Libatkan TP4D Kejaksaan Dalam Proses Lelang Pasar Kemakmuran

Pasar bertingkat dua itu hangus terbakar dan kondisinya saat ini, di bagian lantai duanya tak bisa difungsikan karena tersisa tiang saja.

Dinas Perdagangan Kotabaru Libatkan TP4D Kejaksaan Dalam Proses Lelang Pasar Kemakmuran
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Pasar Kemakmuran Kotabaru yang mengalami kebakaran pada 2018 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pasar Kemakmuran Kotabaru pada 2018 lalu telah mengalami kebakaran. Pasar bertingkat dua itu hangus terbakar dan kondisinya saat ini, di bagian lantai duanya tak bisa difungsikan karena tersisa tiang saja.

Sebab itu, disamping pasar bertingkat dua itu terpaksa membangun bangunan swadaya pedagang. Sebab, sebelumnya tidak memiliki lokasi yang cukup setelah adanya kebakaran yang terjadi pada September 2018 lalu.

Pedagang pun minta agar tempat yang baru segera dibangun kembali, sehingga pedagang bisa kembali mendapatkan tempat yang nyaman.

"Ya, kami sih berharaplah ya, agar bangunan yang baru segera dibangun. Sebab sudah dengar kabar mau dibangun, cuma tidak tahu kapan dimulainya, " kata seorang pedagang baju, Amat.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kotabaru, Mahyudiansyah, Senin (8/4/2019) mengatakan sebelumnya sudah ada anggaran. Namun perlu ada pembahasan pada 2018 agar tidak salah langkah.

Baca: BREAKING NEWS : Longsor di Pumpung Cempaka Banjarbaru, 5 Orang Dilaporkan Tertimbun

Baca: Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Pumpung, Kapolres Kelana Jaya Teriak Halau Warga

Baca: Pencarian Korban Longsor di Pumpung Perlu Waktu, Posisi Korban Diduga di Kedalaman 12 meter

Nah, menghindari munculnya persoalan, Dinas Perdagangan menggunakan fasilitas pendampingam dari TP4D dari Kejaksaan Negeri Kotabaru. Mereka berkonsultasi terkait anggaran dan pelaksanannya sehingga sebelumnya gagal dilelang.

"Namun tahun ini juga akan segera dilelang. Kami masih meriview hasil dari kejaksaan Negeri Kotabaru melalui TP4D. Perkiraan satu dua hari ini akan masuk ke ULP untuk dilelang, " katanya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan lambannya pembangunan, lantaran tidak ingin salah langkah. Awalnya di 2018 anggarannya sekitar 10 M dan 6 M daerah bawah, namun kita review dan hasil anggaran sekitar 13,7 miliar. Jadi kami tidak mau salah kalau dari Kejaksaan belum memeriksa, " katanya.

Sebelumnya, Pasar Kemakmuran yang merupakan pusat pasar di Kotabaru ini, sudah konsultasi dengan konsultan. Namun ada selisih sehingga jajarannya melakukan pendampingan dari Kejaksaan untuk menghindari munculnya kesalahan.

"Kami tidak ingin dianggap mark up, makanya kami takut kalau nanti jadi masalah dikemudian hari. Kami ingin bangunannya berkualitas dan kami tidak ingin bermasalah dan disini bisa diawasi dadi LSM, wartawan dan lainnya, " katanya.

Sebenarnya, kemarin sudah bisa dimasukkan ke ULP, namun pihak kejaksaan mau periksa dulu agar tidak terjadi kekeliruan. Dia juga mengatakan, perusahaan pemenang nanti memang bagus dan sesuai.

"Artinya siapapun yang menang nanti, perusahaan yang memiliki modal dan jangan harap perusahaan minta uang muka dan sebagainya. Jadi kami minta yang benar-benar punya modal untuk pembangunan pasar kemakmuran ini, " katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved