Berita Banjar

Kontraktor Banjar 'Ngeluruk' ke DPRD, Ini Aspirasi yang Disampaikan

Senin (08/04/2019) siang, kalangan kontraktor Kabupaten Banjar 'ngeluruk' ke gedung DPRD Banjar.

Kontraktor Banjar 'Ngeluruk' ke DPRD, Ini Aspirasi yang Disampaikan
(banjarmasinpost.co.id/roy)
Kalangan kontraktor Banjar menyampaikan uneg-unegnya saat rapat dengar pendapat di ruang Komisi III DPRD Banjar, Senin (8/4). Mereka sedih sejak tiga tahun terakhir sangat sulit mendapatkan pekerjaan (proyek) di Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Setelah pertengahan Maret lalu ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Senin (08/04/2019) siang, kalangan kontraktor Kabupaten Banjar 'ngeluruk' ke gedung DPRD Banjar.

Mereka menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) yang telah diagendakan oleh Komisi III DPRD Banjar.

Pertemuan dimulai pukul 13/43 Wita di ruang Komisi III dipimpin oleh Ketua Komisi III Chairil Anwar. Sementara dari Dinas PUPR Banjar dihadiri H Achmad Noor (sekretaris) didampingi Kabid Jasa Konstruksi Hasbianoor.

Baca: Hari Terakhir UNBK Tingkat SMA, Tak Ada Kendala di Pulau Terpencil Kotabaru

Baca: Begini Reaksi Wali kota Nadjmi Dengar Longsor Pendulangan Pumpung Telan Korban Jiwa

Baca: Jumang, Korban Tanah Longsor di Pendulangan Intan Pumpung Cempaka, Masih Belum Ditemukan

Baca: PPDB di Banjarmasin Tahun ini Tetap Berlakukan Sistem Zonasi 

Pada pertemuan itu, Ketua Aliansi Kontraktor Banjar H Taufikurahman kembali menyatakan aspirasi yang pernah diungkapkan beberapa waktu lalu saat ngeluruk ke Dinas PUPR Banjar.

"Kami hanya ingin dibina, diberdayakan kembali seperti dulu, agar kami bisa kembali mendapatkan pekerjaan," tandasnya.

Ia mengeluhkan dinginnya respons pihak Dinas PUPR Banjar. "Sejak 19 Maret lalu hingga sekarang tidak ada kepastian terkait aspirasi yang kami sampaikan. Bahkan saat beberapa hari lalu bertemu pejabat PUPR Banjar di hotel di Banjarbaru, ketika saya tanya apakah ada paket (proyek), tetap tak ada kejelasan," sebutnya.

Hal itu membuat pihaknya prihatin, karena mestinya ada transparansi terkait paket-paker proyek apalagi pihaknya adalah mitra Dinas PUPR dalam membangun Bumi Barakat. Hal berbeda pihaknya dapati ketika berkomunikasi dengan pejabat Dinas Pendidikan Banjar.

"Di Disdik kami mendapatkan informasi yang jelas yakni ada paket pekerjaan di SD sebanyak 57. Mestinya Dinas PUPR juga harus transparan seperti itu. Kami pun sebenarnya sudah tahu bahwa di PUPR Banjar saat ini ada 204 paket, baik yang PL maupun yang lelang," ungkapnya.

Menganggapi pernyataan itu, Sekretaris Dinas PUPR Banjar H Achmad Noor kembali mengatakan dirinya tidak bisa memberikan informasi memadai karena bukan pemegang keputusan.

"Pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf karena Pak Kadis (Hilman) berhalangan datang karena harus mengikuti rapat RTWR," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved