Berita Banjar

Pembunuh Mantan Suami di Kelampaian Ilir Dituntut Lima Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum menuntut Musliah yang menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi dengan hukuman penjara selama 5 tahun penjara.

Pembunuh Mantan Suami di Kelampaian Ilir Dituntut Lima Tahun Penjara
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Proses rekonstruksi, Musliah menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi di Desa Kelampayanilir RT 5 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar berlangsung lancar, Kamis (17/1/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jaksa Penuntut Umum, Sugeng Wibowo dan Irwan menuntut  Musliah yang menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi dalam sidang yang digelar di PN Martapura dengan hukuman penjara selama 5 tahun, Senin (8/4/2019).

Ibu dua anak itu dijerat pasal 351 ayat 3, yakni penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia dengan tuntutan penjara lima tahun.

Majelis hakim dalam sidang itu yakni Ketua, Sutiyono dan anggota Agustinus Sangkakala, Gatot Rahardjo. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan dari majelis hakim.

Baca: NEWSVIDEO : 58 TKP Kasus Curanmor Diungkap Jajaran Polresta Banjarmasin pada Triwulan 2019

Baca: Jokowi Resmikan Terminal Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Warga Ramai-ramai Minta Selvie

Baca: Tiga Korban Diduga Masih Tertimbun Longsor di Pumpung Cempaka, Pencarian Terkendala Lumpur

Baca: Dua Pendulang Ini Selamat Dari Musibah Longsor di Pendulangan Pumpung, Begini Ceritanya

JPU, Sugeng Wibowo mengatakan, pihaknya menjerat terdakwa dengan pasal 351 ayat 3, karena perbuatan terdakwa secara spontan. 

Menjerat dengan pasal itu, berdasarkan keterangan tujuh orang saksi termasuk salah seorang putranya, dan berdasarkan visum dari RS Ratu Zalecha Martapura.

"Terungkap pula dalam persidangan bahwa terdakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia karena masalah sepeda motor Honda Beat yang ingin dijual korban," katanya.

Selama ditahan dan dalam persidangan terdakwa bersikap kooperatif. Atas sikap kooperatif itulah menjadi pertimbangan hal-hal yang meringankan terdakwa, selain itu terdakwa memiliki dua orang anak dan salah satunya masih berusia 10 tahun dan tidak ada yang merawat.

Juru Bicara PN, Eko Arif Wibowo mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan sidang pembacaan tuntutan dalam kasus istri membunuh suaminya yang terjadi di Desember 2018 lalu di rumahnya, Desa Kelampayanilir RT 5 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar.

"Agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan putusan majelis hakim," singkatnya.

Sebelumnya, dalam rekonstruksi yang berlangsung kamis (17/1) lalu terungkap bahwa ternyata Musliah menghabisi mantan suaminya itu secara refleks pada Selasa (19/12) sekitar pukul 19.00 Wita.

Berawal dari cekcok mantan suami istri, kemudian korban lebih dulu mendorong tersangka, hingga akhirnya tersangka mengambil palu dan memukulkannya kepada bagian kepala belakang mantan suaminya tersebut.

Kasatreskrim Banjar Sofyan  mengatakan, bermula dari korban yang ingin menjual sepeda motor Scoopy, namun dihalangi tersangka karena menginginkan agar jangan dijual dan kendaraan roda dua itu untuk anak mereka berdua.

Baca: Rahasia Ramuan Pembangkit Libido Pria, Inilah 5 Bahan Pembuat Ramuan Kejantanan Afrodisiak

Baca: SK Guru Honor Bermasalah, Ini yang Akan Dilakukan Disdik Banjar

Akhirnya cekcok, korban sempat mendorong tersangka hingga akhirnya tersangka refleks mengambil palu dan memukulkannya.

Dia juga menjelaskan, tersangka yakni Musliah memiliki riwayat penyakit latah atau refleks. Pada awalnya menyangkakan pasal 338 dan 351 dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun, namun nantinya akan melihat perkembangan riwayat kesehatan tersangka.(Banjarmasinpost.co.id/hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved