B Focus Urban Life

Rasa Prihatin Mendorong H Ancah Membuka Usaha Penyeberangan yang Kini Jadi Transportasi Alternatif

H Ancah, mengendalikan langsung kemudi kapal feri yang membelah ombak kecil Sungai Barito, di Kelurahan Alalak Utara Kota Banjarmasin

Rasa Prihatin Mendorong H Ancah Membuka Usaha Penyeberangan yang Kini Jadi Transportasi Alternatif
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - H Ancah, mengendalikan langsung kemudi kapal feri yang membelah ombak kecil Sungai Barito, di Kelurahan Alalak Utara Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akhir pekan tadi.

Meski berstatus sebagai juragan perahu motor penyeberangan, tak lantas membuat pria paro baya itu gengsi melayani para warga yang menggunakan jasa perahunya.

Bahkan dia sesekali membantu langsung sejumlah penumpang yang tidak berani mengendarai sepeda motornya ke lambung kapal, sebelum feri tersebut berlayar.

"Kadang saya langsung dan kadang pula bisa anak buah yang ambil kendali," ujarnya mengawali perbincangannya dengan BPost.

Baca: Mulan Jameela Posting Awan Lafadz Allah di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Istri Ahmad Dhani Tulis Ini

Baca: Ketakutan Gading Marten Soal Gempita Mulai Terjadi Saat Gisella Anastasia & Wijaya Saputra Dekat?

Baca: Pantang ke Hilda Vitria, Kriss Hatta akan Berikan Kekasih Billy Syahputra Pada Siapapun yang Mau!

Baca: Penampakan Bodyguard Syahrini dan Reino Barack, Ekspresi Mantan Luna Maya Disorot

Ancah mengaku menggeluti jasa penyeberangan penumpang di Sungai Barito Alalak Utara sejak 2007 lalu.

Saat itu, kapal fery penyeberangan merupakan satu-satunya jasa penyeberangan dari Desa Berangas Kabupaten Batola dengan Alalak Utara Kota Banjarmasin, bukan berarti usahanya pun langsung berjalan mulus.

Melainkan Ancah sempat meragukan dengan keputusannya yang menjalankan transportasi penyeberangan sungai tersebut, sebelum mendapatkan dorongan dari tokoh masyarakat.

"Nah, pas mendapatkan saran dari tetuha (tertua, red) kampung yang katanya jalankan saja, karena Insha Allah nanti bakal ramai. Saya pun kemudian memutuskan membeli perahu kayu untuk jasa penyeberangan Sungai ini," kenangnya.

Alhasil, hanya berselang setahun berjalan prediksi tersebut benar adanya.

Kapal feri Ancah selalu ramai menjadi pilihan transportasi alternatif sejumlah siswa menuju sekolah.

Bahkan tidak hanya pelajar, masyarakat umum pun juga tertarik menggunakan jasa tersebut karena dianggap mampu memotong kompas atau jarak tempuh perjalanan ke dalam kota Banjarmasin.

"Karena awalnya, saya sendiri berinisiatif membuka jasa feri ini lantaran rasa prihatin melihat sejumlah pelajar harus menaiki perahu dayung ke seberang sungai dan bahkan berjalan kaki untuk ke sekolah," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved