Berita Tabalong

Dilengkapi Layanan Fisioterafi, Puskesmas Ini Bantu Para Lansia Atasi Penyakit Tulang

Puskesmas Kelua tak sekedar memberikan layanan kesehatan penyakit biasa, kini puskesmas ini memiliki layanan kesehatan berupa Fisioterapi.

Dilengkapi Layanan Fisioterafi, Puskesmas Ini Bantu Para Lansia Atasi Penyakit Tulang
(Banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)
Seorang Lansia tengah menerima layanan Fisioterapi yang diberikan di Puskesmas Kelua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Puskesmas Kelua tak sekedar memberikan layanan kesehatan penyakit biasa, kini puskesmas ini memiliki layanan kesehatan berupa Fisioterapi.

Puskesmas Kelua merupakan satu satunya Puskesmas di Tabalong yang memberikan layanan kesehatan Fisioterapi.

Khoirul Fuad yang merupakan terapis mengatakan sebagian besar pasien yang datang adalah warga usia lanjut yang memiliki permasalahan sendi dan tulang.

Baca: Pemkab Banjar Janji Akan Tindak Tegas Pedagang di Pemurus, Pedagang Kertak Hanyar Lega

Baca: Meratus di Batang Alai TimurTerancam Ditambang, Aman Ancam Berlakukan Hukum Adat 

Baca: Jembatan Rusak, Pelajar SDN Jejangkit Timur Batola Hati-hati ke Sekolah, Orangtua Siswa Waswas

Seperti yang diungkapkan Kurnia warga Desa Benua Lawas yang sudah sering datang untuk mendapatkan layanan fisioterapi.

Kurnia yang saat ini berusia lebih dari 60 tahun ini sering datang dengan ditemani sang anak. Dirinya mengaku sering mengalami sakit pada pergelangan kaki sehinģga cukup kesulitan saat berjalan.

Dengan mengikuti fisioterapi dirinya lebih nyaman saat berjalan.

"Kadang juga sakit di pinggang, kalau duduk agak lama sakit dan sulit untuk digerakkan," ujarnya.

Dalam satu minggu Kurnia bisa sampai dua kali melakukan fisioterapi, terlebih jika sudah terasa kurang nyaman dirinya langsung meminta anaknya untuk mengantarkannya ke Puskesmas.

"Kalau lama tifak fisioterapi badan rasanya sakit semua, setelah difisioterapi badan langsung terasa lebih nyaman sehingga masih bisa beraktifitas lebih banyak," ujarnya.

Kurnia meskioun telah berusia lanjut namun masih tergolong aktif berkegiatan, baik melaksanakan ibadah ke masjid serta kegiatan masyarakat lainnya.

Terpisah Khoirul Fuad mengatakan kasus paling banyak yang ditangani adalah pengapuran tulang atau osteoporosis, dan beberapa jenis gangguan persendian lainnya.

Baca: LINK Sscasn.bkn.go.id Pendaftaran Online Sekolah Kedinasan Dibuka Hari Ini, Cek 11 Langkah Buat Akun

Baca: Disdik HSS Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman Hingga Peragaan Busana Pahlawan, Ini Tujuannya

Terapi yang diberikan adalah penggunaan inframerah, aliran listrik dan beberapa gerakan untuk melenturkan otot.

Para lansia juga diberikan pengetahuan mengenai menjaga agar persendian tidak mengalami sakit serta gerakan yang bisa dilakukan sehari hari.

"Dalam satu hari sekitar tujuh pasien yang melakukan fisioterapi, biasanya pasien diminta untuk datang rutin seminggu sekali namun banyak yang lebih yaitu dua hingga tiga kali dalam seminggu," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved