Berita Kalteng

Jokowi Minta Polisi Tegas Tindak Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng

Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meminta kepada polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku

Jokowi Minta Polisi Tegas Tindak Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng
tribunkalteng.com/fadly
Petugas BNN Kalteng saat menangkap pelaku pengedar narkoba di Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meminta kepada polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba.

Pasalnya, Kalteng termasuk daerah yang paling rawan peredaran obat terlarang tersebut.

Jokowi, menyebut dia mengetahui Kalteng rawan peredaran narkoba, karena beberapa daerah di Kalteng masuk zona merah peredaran narkoba karena memiliki akses hubungan lewat jalur udara, jalur darat maupun jalur laut yang jika tidak dilakukan pengawasan intensif, akan mudah masuk barang terlarang.

"Kalteng masuk daerah rawan peredaran narkoba, ini merusak anak bangsa sehingga perlu adanya ketegasan dari aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dalam memerangi pengedar narkoba. Saya akan bilang sama Kapolda maupun Kapolri agar bertindak tegas dalam penanganan pengedar narkoba," pintanya, Senin (8/4/2019) malam.

Baca: Tawa Rosa Meldianti Tanggapi Klarifikasi Suami Dewi Perssik, Angga Wijaya yang Dituding Naksir Dia

Baca: Gemar Foya-foya dan Kencani 40 Wanita untuk Dijadikan Selir, Bikin Jefri Bolkiah Disorot

Baca: Jelang Debat Kelima Pilpres 2019 Live TVone Jokowi vs Prabowo, 17 April Hari Libur Nasional

Baca: Curhat Sule Soal Kebersamaan Tanpa Lina, Posting Foto Rizky Febian, Putri Delina dan Anak Lainnya

Setidaknya ada dua daerah di Kalteng yang rawan jadi tempat masuk barang terlarang seperti narkoba, antara lain, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Ya, Sampit memang masuk zona merah jadi transit masuknya barang terlarang tersebut," ujar Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, John Krisli, Selasa (9/4/2019).

Dikatakan dia, salah satu pasokan narkoba atau obat terlarang yang pernah terungap oleh pihak kepolisian setempat adalah diamankannya dua truk fuso dari Jawa Tengah yang membawa jutaan butir obat terlarang jenis zenit yang masuk lewat Pelabuhan Sampit, beberapa waktu lalu.

"Ini memang sangat luar biasa, obat terlarang dalam jumlah besar masuk ke Kotim, meski kasus tersebut terungkap oleh pihak kepolisian, namun, pemilik atau pemesannya sampai sekarang belum ada yang tau, polisi belum mampu mengungkap pemesan barang haram itu, ini tentu ditunggu warga. Kami berharap polisi tegas menindak pengedar narkoba." ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved