Berita Kesehatan

Kenali Gejala Hemofilia, Begini Penjelasan Prof dr. Djajadiman Gatot, Sp.A 

Penderita Hemofilia rentan terhadap benturan dan luka. Orang tua dituntut peka dan mengetahui gejala anak menderita Hemofilia.

Kenali Gejala Hemofilia, Begini Penjelasan Prof dr. Djajadiman Gatot, Sp.A 
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Dicha Larasati Putri (6 tahun), penderita hemofilia, menjalani dirawat di ruang perawatan intensif anak (Neonatal Intensive Care Unit/NICU) RSUD dr Kanudjoso Balikpapan, Kalimantan Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Penderita Hemofilia rentan terhadap benturan dan luka. Orang tua dituntut peka dan mengetahui gejala anak menderita Hemofilia.  Dengan begitu, status hemofilia anak pun bisa segera diketahui.

Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia, Prof dr. Djajadiman Gatot, Sp.A mengatakan, untuk mengetahui status hemofilia anak, langkah pertama adalah melihat silsilah keluarga.

“Apakah ada anak lain yang memiliki gejala serupa? Apakah riwayat penyakit yang sama juga diderita saudara kandung, orang tua, atau kerabat dekat lainnya?” katanya.

Orangtua juga harus peka ketika bayi lahir. Pasca kelahiran, orangtua bisa memeriksa adanya luka lebam beserta tonjolan pada kepala.

Baca: SK Guru Honorer Ditolak LPMP Kalsel, Disdik Banjar Berjanji Lakukan ini

Baca: Salah Tulis di SK Para Guru Honorer di Kabupaten Banjar Berdampak Pada Nasib Mereka

Baca: Amanda Sampai Ketiduran Merasakan Nyamannya Pijat Refleksi

Baca: Aksi Jahil Pemeran Thor Pada Rekannya di Avengers : Endgame, Chris Hemsworth Lakukan Hal Ini

Selain itu, tanda lain seperti pendarahan yang berlangsung lama pada saat pemotongan tali pusar bisa dideteksi.

Saat masa perkembangan, orangtua mewaspadai timbulnya luka lebam secara spontan pada bagian persendian, terutama pada saat belajar merangkak.

Karena penderita hemofilia juga sering melaporkan adanya pendarahan di bagian bokong saat mereka duduk semasa anak-anak, gejala itu juga bisa dilihat.

Jika tanda-tanda itu muncul, maka orangtua harus sesegera mungkin memeriksakan anaknya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kadar faktor pembekuan darah.

Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi pasti mengenai jenis hemofilia yang diderita serta tingkat keparahannya.

Menjalani aktivitas keseharian dapat menjadi tantangan yang berat bagi anak penderita hemofilia.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved