Berita Kalteng

Presiden Jokowi Tahu Kalteng Rawan Peredaran Narkoba, Ini Penyebabnya

Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan ke Palangkaraya,menegaskan kepada polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba.

Presiden Jokowi Tahu Kalteng Rawan Peredaran Narkoba, Ini Penyebabnya
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Presiden Joko Widodo, saat menandatangani Prasasti Peresmian terminal Penumpang Bandara Tjlilik Riwut Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menegaskan kepada polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, Kalteng termasuk daerah yang paling rawan peredaran obat terlarang tersebut.

Jokowi, menyebut dia mengetahui Kalteng rawan peredaran narkoba, karena beberapa daerah di Kalteng masuk zona merah peredaran narkoba karena memiliki akses hubungan lewat jalur udara , jalur darat maupun jalur laut yang jika tidak dilakukan pengawasan intensif, akan mudah masuk barang terlarang.

Baca: Ivan Gunawan Melamar Ayu Ting Ting Setelah Umrah Diungkap Ibunda Igun, Ngaku Siap 500 Persen!

Baca: Peringatan Hari Jadi ke-16 Balangan, Paman Birin Puji Capaian Kinerja Bumi Sanggam

Baca: Jelang Subuh, Korban Terakhir Longsor Pendulangan Pumpung Ditemukan, Warga Langsung Takbir

Baca: Layanan Kesehatan dan Kemajuan Teknologi Digital

"Kalteng masuk daerah rawan peredaran narkoba, ini merusak anak bangsa sehingga perlu adanya ketegasan dari aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dalam memerangi pengedar narkoba. Saya akan bilang sama Kapolda maupun Kapolri agar bertindak tegas dalam penanganan pengedar narkoba," pintanya, Senin (8/4/2019) malam.

Setidaknya ada dua daerah di Kalteng yang rawan jadi tempat masuk barang terlarang seperti narkoba, antara lain, Sampit,Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pangkalanbun Kabupaten Kotawaringin Barat."Ya, Sampit memang masuk zona merah jadi transit masuknya barang terlarang tersebut," ujar Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, John Krisli, Selasa (9/4/2019).

Dikatakan dia , salah satu pasokan narkoba atau obat terlarang yang pernah terungkap oleh pihak kepolisian setempat adalah diamankannya dua truk fuso dari Jawa Tengah yang membawa jutaan butir obat terlarang jenis zenit yang masuk lewat Pelabuhan Sampit, beberapa waktu lalu.

"Ini memang sangat luarbiasa, obat terlarang dalam jumlah besar masuk ke Kotim, meski kasus tersebut terungkap oleh pihak kepolisian, namun, pemilik atau pemesannya sampai sekarang belum ada yang tau, polisi belum mampu mengungkap pemesan barang haram itu, ini tentu ditunggu warga. Kami berharap polisi tegas menindak pengedar narkoba." ujarnya.

Narkoba Malaysia Masuk Lewat Darat

Narkoba dari Malaysia yang masuk melalui jalur darat lewat perbatasan dengan Kalbar kemudian masuk ke Kalteng melalui Lamandau dan dibawa ke kabupaten di Kalteng lainnya makin marak , belakangan terungkap pihak kepolisian dan BNN Kalteng.

Petugas BNN Kalteng saat menangkap pelaku pengedar narkoba di Kalteng.
Petugas BNN Kalteng saat menangkap pelaku pengedar narkoba di Kalteng. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Narkoba jenis sabu tersebut selama ini masuk ke Kalteng lewat jasa angkutan transportasi travel atau lewat truk-truk pengangkut minyak kelapa sawit yang diedarkan di Kalteng, Kalsel hingga ke Kaltim, terungkap dari pengakuan beberapa pelaku pengedar narkoba yang tertangkap.

Baca: NEWSVIDEO : Asyiknya Mancing Berkelotok Sambil Susur Danau Riam Kanan

Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi, mengungkapkan, pihaknya perlu menambah personil dan kantor perwakilan di daerah untuk mengantisipasi agar pengiriman narkoba dari Malaysia yang masuk lewat jalur perbatasan dengan Kalbar di Lamandau bisa dicegah.

"Kami berharap ada perwakilan BNN di semua kabupaten di Kalteng sehingga dalam melakukan penindakan, selama ini ketika ada laporan di kabupaten terkait tindak kejahatan ada petugas yang kami kirim dari BNN Kalteng.Tapi untuk mencegah masuknya barang haram itu, kami juga kerjasama lintas BNN se Kalimantan," ujarnya. banjarmasinpost.co.id /faturahman

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved