Tajuk

Tragedi Pumpung

Sebuah tempat bernama The Crater of Diamonds di Arkansas, Amerika Serikat, setiap tahunnya ramai dikunjungi wisatawan.

Tragedi Pumpung
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Pencarian korban longsor di kawasan pendulangan intan tradisional Pumpun Cempaka, Banjarbaru, Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah tempat bernama The Crater of Diamonds di Arkansas, Amerika Serikat, setiap tahunnya ramai dikunjungi wisatawan. Lokasi ini bukanlah tambang biasa, tapi satu-satunya tambang berlian yang dibuka untuk umum.

Turis bisa mencari berlian sendiri, kemudian membawanya pulang. Kalau menemukan berlian, Anda bisa gratis langsung membawanya pulang.

Selama lebih dari 100 tahun, The Crater of Diamonds menjadi tempat ditemukannya beragam jenis batu mulia termasuk ‘Uncle Sam’ 40 karat, berlian terbesar di Amerika Serikat.

Baca: Nagita Slavina Diisukan Hamil Adik Rafatar, Raffi Ahmad Bantah Ikut Program Kehamilan 

Baca: Balasan Sunan Kalijaga Kala Caption Bahasa Inggris Putrinya Salmafina Sunan Dikritik

Baca: Tinggal Satu Korban Longsor Pumpung Cempaka yang Belum Ditemukan, Diduga Tubuh Korban Terjepit

Ya inilah ilustrasi, bagaimana lokasi tambang dijadikan lokasi wisata, sekaligus areal tambang terbuka.
Tapi itu kisah di sebuah lokasi, nun jauh di sana. Lain lagi dengan kisah di kawasan Pumpung, Kelurahan Sungaitiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.

Sejarah pernah mengangkat kawasan pendulangan intan di Cempaka hingga ke tingkat nasional saat ditemukan intan besar pada 1965. Intan sebesar telur ayam atau berkisar 166,7 karat tersebut kemudian diberi nama Trisakti oleh presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Sejumlah penemuan intan berukuran besar pun sempat terdengar. Seperti Putri Malu seberat 200 karat yang ditemukan di Antaruku, Pengaron pada 2008 atau atau Galuh Pumpung seberat 98 karat yang juga ditemukan di Cempaka pada 1990.

Walau tak ada lagi ditemukan intan dalam ukuran ‘raksasa’, aktivitas penambangan intan di kawasan Pumpung, Banjarbaru terus berlangsung hingga saat ini.

Tak hanya kisah kebahagiaan temuan batu mulia, atau keunikan bentang alam dan aktivitas manusianya hingga menarik wisatawan, namun banyak juga cerita sedih dari pertambangan intan yang paling terkenal di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

Sebagaimana Senin (8/4) kemarin saat tujuh orang penambang tradisional tertimbun. Dari Ketujuh orang korban, dua berhasil selamat, namun lima penambang lain harus kehilangan nyawa demi perburuan batu mulia.

Sudah tak terhitung berapa orang yang tewas di lokasi ini akibat tertimbun longsoran tambang. Peristiwa dengan korban lima orang kemarin juga menjadi kejadian kedua di 2019 ini, setelah pada Januari silam satu orang tewas.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved