Berita Kalteng

Begini Proses Pemusnahan Sabu dan Ekstasi yang Dilakukan BNN Kalteng

Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP) Kalimantan Tengah, Rabu (10/4/1019) memusnahkan sebanyak 350 gram atau tiga setengah ons

Begini Proses Pemusnahan Sabu dan Ekstasi yang Dilakukan BNN Kalteng
tribunkalteng.co/fathurahman
BNNP Kalteng memusnahkan barang bukti sabu seberat tiga ons lebih, Rabu (10/3/2019) hasil penangkapan seorang penumpang pesawat dari Surabaya yang turun di Bandara H Asan Sampit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP) Kalimantan Tengah, Rabu (10/4/1019) memusnahkan sebanyak 350 gram atau tiga setengah ons sabu dan tujuh butir pil ekstasi sitaan dari seorang penumpang pesawat dari Surabaya yang landing di Bandara H Asan Sampit.

Pemusnahan narkotik disaksikan oleh para pejabat terkait di Polda Kalteng, Kejaksaan Tinggi, dan pejabat dari instansi lainnya yang merupakan bagian dari lembaga hukum yang ada di Kalimantan Tengah, juga kalangan pers.

Pemusnahan dilakukan di Kantor BNNP Kalteng di Jalan Tangkasiang, dengan cara mencampurkan sabu ke dalam air yang ditempatkan dalam ember dengan cairan pembersih lantai yang kemudian diaduk setelah itu, air tersebut dibuang ke tanah, dan dikubur, karena dari air tersebut mengeluarkan bau yang menyengat.

Baca: Demi Like di Media Sosial, Dua Pemuda Dorong Pria Ketakutan dari Jembatan Hingga Tewas

Baca: Perbedaan Mencolok Syahrini dan Luna Maya Terkait Ini, Reino Barack Nikahi Incess Ingin Dekat Allah

Baca: Maia Estianty Berikan Rumah pada Mulan Jameela Diungkap Mantan Suami dalam Kisah Lama Ahmad Dhani

Baca: Lagi-lagi Terseret Kasus Narkoba, Artis FTV Ditangkap, Polisi: Nanti Kita Rilis

Keterangan Kabid Pemberantasan BNNP Kalteng, AKBP I Made Kariada, menyebutkan, pihaknya berhasil membongkar jaringan narkoba lintas provinsi di Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (6/3/2019) dengan menangkap empat orang jaringan pelakunya dan menyita sebanyak 350 gram sabu dan tujuh butir ekstasi.

Penangkapan dilakukan di beberapa tempat dan melibatkan oknum pegawai lapas dan tahanan lapas Sampit.

Empat terangka antara lain, AL (29) ditangkap di Bandara H Asan, pengembangan kasus, petugas BNN juga menangkap KT (33) pegawai Lapas Kelas IIB Sampit, juga menangkap seorang narapidana lapas setempat berinisial NR (39), terakhir meringkus DE (22) warga Kotim.

Dia menyebutkan, dalam penangkapan BNNP menerima laporan, ada pengiriman barang dari Surabaya menuju Sampit melalui Bandar Udara Juanda, Surabaya menuju Bandar Udara Sampit, petugas langsung melakukan penjagaan di Bandara H Asan Sampit.

Saat itu, petugas bandara setempat dan tim BNNP menggelar razia di area kedatangan penumpang di Bandara H Asan Sampit, seorang diamankan berinisial AL berikut barang bukti dua bungkus plastik yang dilapisi lakban dengan berat kotor 350 gram dan tujuh butir tablet diduga jenis ekstasi.

"Kemudian, kasus ini didalami untuk membongkar jaringannya, ternyata pelaku beri info, dia hanya kurir, yang menyuruh mengambil barang berinisial MD (DPO BNN), sedangkan pemesan NR seorang napi di Lapas Kelas IIB Sampit, semuanya kami amankan dalam kasus ini, keempatnya terancam hukuman mati," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved