Berita Banjarmasin

Meski Harga Gas Elpiji 3 Kg Tujuh Tahun Belum Direvisi, Hiswana Migas Konsisten Memastikan ini

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) konsisten menjadi ujung tombak penyaluran produk minyak dan gas Pertamina

Meski Harga Gas Elpiji 3 Kg Tujuh Tahun Belum Direvisi, Hiswana Migas Konsisten Memastikan ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (10/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) konsisten menjadi ujung tombak penyaluran produk minyak dan gas Pertamina kepada masyarakat termasuk untuk produk elpiji bersubsidi 3 kg.

Namun bagaimanapun, para anggota Hiswana Migas juga merupakan pengusaha yang menjalankan prinsip bisnis.

Tak adanya penyesuaian harga elpiji yang berarti sejak tujuh tahun lalu menjadi tantangan tersendiri bagi para anggota Hiswana Migas dalam menyalurkan elpiji termasuk di Kalsel.

"Margin sudah hampir tujuh tahun belum ada direvisi dan terus digerus inflasi," kata Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani.

Walaupun demikian, ia menegaskan, pihaknya akan terus konsisten membantu Pertamina untuk memastikan akses masyarakat terhadap elpiji tak terganggu.

Baca: Siswi SMP Audrey Dikeroyok & Disiksa Siswi SMA Atta Halilintas & Hotman Paris: Pelaku Harus Diadili

Baca: Senasib Gisella Anastasia & Wijaya Saputra, Jessica Iskandar & Richard Kyle Juga Dikritik Karena Ini

Baca: 10 Tahun Alami Hal Mistis, Istri Kedua Clift Sangra Nana Mahliana Kerap Didatangi Ratu Horor Suzanna

Baca: Good Bye Elly Sugigi, Ternyata Irfan Sbaztian Sudah Selingkuh dengan Irma Darmawangsa 2 Tahun

Baca: Kondisi Eks Suami Mulan Jameela Kini, Istri Ahmad Dhani dan Harry Nugraha Ternyata Masih Lakukan Ini

"Tapi kami tetap ingatkan anggota untuk tahan dulu, dukung di tahun politik ini supaya aman dan lancar suplai elpiji ke masyarakat," kata H Saibani.

Hingga saat ini, ada total 62 agen dan 2.558 pangkalan elpiji di Kalsel yang tergabung dalam Hiswana Migas Kalsel, yang siap menyalurkan elpiji.

Masih banyaknya elpiji 3 kg bersubsidi yang digunakan oleh masyarakat yang tak berhak menurutnya menjadi salah satu penyebab besarnya konsumsi elpiji 3 kg di Kalsel.

Terlalu besarnya selisih harga antara elpiji bersubsidi dan nonsubsidi dinilai menjadi penghalang beralihnya konsumsi dari elpiji bersubsidi ke elpiji nonsubsidi.

Dimana HET elpiji 3 kg berada di angka Rp 17.500 Sedangkan harga termurah elpiji nonsubsidi yaitu Brightgas 5,5 kg rata-rata di atas Rp 60.000.

Walaupun terus konsisten jalankan peran sebagai pengkalan distribusi elpiji 3 kg, namun beberapa pengusaha pangkalan elpiji mengaku menghadapi tantangan dalam dalam jalankan usahanya.

Pasalnya margin yang didapatkan pengelola pangkalan dinilai hampir tak sebanding dengan biaya operasional dan risiko yang ditanggung.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved