Longsor di Pumpung Cempaka

NEWSVIDEO : Keluarga Kelima Korban Longsor Pumpung Cempaka Diberi Bantuan Pemprov Kalsel

Bantuan dari Pemprov Kalsel yang diberikan oleh Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris didampingi Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin dan Kadinsos Kalsel, Ani Syahyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rini Andria, istri dari M Noval Badali, tampak sibuk memegang anaknya yang masih balita. Dia sangat terpukul karena suami yang harus menafkahi hidupnya harus meregang nyawa akibat longsor di Pendulangan Intan Cempaka.

Tadi sore, kesedihan itu masih tergambar jelas dari raut mukanya. Meski sedikit terobati oleh bantuan dana dan Barang dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan dari dinas Sosial Kalsel, dia masih kedepan.

"Yang saya pikirkan kini adalah masa depan anak almarhum ini. Semoga saya kuat bisa memuat dia tumbuh besar dan sekolah," katanya lirih.

Dia berterimakasih atas bantuan dari Pemprov Kalsel yang diberikan oleh Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris didampingi Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin dan Kadinsos Kalsel, Ani Syahyar.

"Terimakasih bapak dan ibu. Bantuan ini berarti bagi kami," sebutnya.

Bagaimana tidak sedih. Pasalnya Noval (25) masih baru perdana mengikuti aktivitas pertambangan di kawasan pumpung.

"Dia masih belum pengalaman mendulang. Baru ini ikut menambang," katanya.

Noval merupakan Korban ke empat yang ditemukan sekitar pukul 21.45 Wita dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Korban meninggal isteri dan satu anaknya.

Selain dia, juga ada diberikan bantuan uang dan logistik dari Dinsos Kalsel, kepada keluarga korban longsor di Pumpung Cempaka Banjarbaru.

Di antaranya, Erlawati istri dari alhamhum Muhammad. Ada juga Asvan orangtua dari M Rofii.
Norlina, istri dari Soltani. Serta Holfah, orangtua dati Aulia Rahman.

Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris mengaturkan duka mendalam kepada para korban longsor. "Melalui saya, Pak Sahbirin Noor memberikan bantuan ini. Jangan dilihat dari isinya, namun ini adalah kepedulian Pemerintah Provinsi kepada korban," kata Abdul Haris.

Disebutkannya, bahwa kepada warga harus berhati hati utamakan keselamatan dan juga melihat situasi dan kondisi alam. "Kami mengerti mendulang ini matapencaharian warga. Namun setidaknya kehatian keselamatan terpenting," kata Sekda.

Abdul Haris, berharap insiden ini menjadi terakhir dan diharapkan tidak ada kejadian serupa.

Disinggung apakah ada rencana kedepan? Pihaknya (Pemprov Kalsel) tentu akan membuka diri untuk duduk bersama dengan yang punya wilayah dalam hal ini Pemko Banjarbaru untuk kedepannya kawasan tersebut digunakan untuk apa.

"Teknis, kita masih menunggu karena yang punya wilayah Pemko dan Pemprov siap akan urun remuk untuk pelaksanaannya," kata Sekda. (banjarmasinpost.co.id /Lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved