Berita Batola

30 Warga Batola Tak Mau Lagi Dapat Bantuan PKH, Merasa Mampu Secara Ekonomi

Sebanyak 30 warga miskin peserta Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Batola menyatakan mengundurkan diri.

30 Warga Batola Tak Mau Lagi Dapat Bantuan PKH, Merasa Mampu Secara Ekonomi
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Blitz Edisi Kamis (11 April 2019) Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sebanyak 30 warga miskin peserta Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Batola menyatakan mengundurkan diri atau keluar dari kepesertaan PKH karena merasa sudah mampu secara ekonomi.

“Alhamudulillah, tahun ini ada 30 warga Batola anggota PKH yang menyatakan mengundurkan dari atau keluar dari PKH karena mampu secara ekonomi,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Syekh Fuad, Senin (9/4/2019).

Menurut Fuad, warga penerima PKH itu harapanya adalah warga yang paling miskin. Dan secara bertahap mereka harus keluar dari PKH. Paling tidak keluar dari salah satu komponen dan dilanjutkan komponen PKH lainnya.

“Meski warga miskin sudah keluar dari beberapa komponen PKH, mereka masih perlu komponen lainnya seperti beras sejahtera (rastra) atau kartu indonesia sehat (KIS),” katanya.

Baca: Panti Werdha Siap Tampung Nenek Mariam, Sempat Telantar dan Dirawat Polwan dan Relawan

Pada 2018 lalu, sambung Fuad, ada sekitar 5 (lima) penerima PKH yang sudah menyatakan keluar dari PKH karena sudah mampu. Penerima PKH terus dibimbing pendamping PKH agar mereka bisa keluar dari lingkaran PKH.

“Beberapa warga miskin yang sudah keluar dari PKH itu seperti penerima PKH di Kecamatan Tambang dan Kecamatan Tabunganen,” katanya.

Lebih lanjut Fuad menyatakan warga miskin yang keluar dari PKH karena merasa menjadi beban moral jika masih menerima bantuan sementara kondisinya sudah mampu secara ekonomi. Mereka takut jadi omongan warga karena sudah mampu tapi masih menerima dana PKH.

“Warga miskin yang keluar dari PKH juga tampak usahanya sudah maju,” katanya.

Dijelaskanya, untuk penyaluran PKH sudah memasuki tahap kedua pada April ini. Program PKH ini merupakan layanan nontunai sehingga langsung masuk ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM) setempat.

“Di April ini, informasinya dana sudah masuk ke rekening KPM PKH,” kata Fuad.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved