Kriminalitas Kalbar

AKHIRNYA 3 Siswi SMA Penganiaya Siswi SMP di Pontianak Jadi Tersangka, Segini Ancaman Hukumannya

Tiga siswi SMA masing-masing berinisial FZ alias LL (17), TR alias AR (17) dan NB alias EC (17) akhirnya memproleh status baru dalam hidupnya

AKHIRNYA 3 Siswi SMA Penganiaya Siswi SMP di Pontianak Jadi Tersangka, Segini Ancaman Hukumannya
dok Twitter
Cuplikan video Boomerang dari Instagram yang memperlihatkan ketiga terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedang berpose santai di depan polisi beredar luas di media sosial dan jejaring sosial. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Tiga siswi SMA masing-masing berinisial FZ alias LL (17), TR alias AR (17) dan NB alias EC (17) akhirnya memproleh status baru dalam hidupnya, Rabu (10/4/2019).

Polisi menetapkan ketiga siswi SMA ini sebagai tersangka, akibat perbuatan yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan siswi SMP berinisial AD (14), siswi SMP di Kota Pontianak.

Seperti dikatakan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan menerima hasil rekam medis dari Rumah Sakit Pro Medika Pontianak.

"Dalam pemeriksaan terhadap pelaku, mereka juga mengakui perbuatannya menganiaya korban," kata Anwar dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu malam.

Menurut dia, ketiga tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 1 Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan.

Baca: UPDATE Kasus Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Begini Penjelasan Polisi Terkait Organ Intim Korban

Baca: Video Klarifikasi & Pengakuan 7 Siswi SMA Soal Kasus Penganiayaan Audrey, Siswi SMP di Pontianak

Baca: Sebutan Ifan Seventeen untuk Audrey, Siswi SMP Pontianak yang Dikeroyok, Dia Lakukan Ini ke Korban

"Kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Pro Medika Pontianak," ujarnya.

Dia menjelaskan, penganiayaan yang dilalukan pelaku tidak secara bersama-sama. Tetapi bergiliran satu per satu di dua tempat berbeda.

"Sehingga sesuai dengan sistem peradilan anak, bahwa ancaman hukuman di bawah 7 tahun akan dilakukan diversi," ungkapnya.

Selain itu, dalam setiap pemeriksaan, korban maupun pelaku juga didampingi orangtua, Bapas Pontianak dan KPPAD Kalbar.

"Kami tetap bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak, baik korban maupun tersangka, kami atensi untuk melakukan perlindungan," ucapnya.(*)

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved