Berita Banjarbaru

Cerita Rahmawati Mengajari Penghuni Lapas Banjarbaru Belajar Membaca: Kini Tak Takut Lagi

Perasaan itu muncul saat pertama kali memasuki penjara. Namun setelah bertemu dengan calon muridnya dan berbincang, kekhawatiran itu sirna.

Cerita Rahmawati Mengajari Penghuni Lapas Banjarbaru Belajar Membaca: Kini Tak Takut Lagi
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dengan sabar, Rahmawati Hasanah (23) memberikan arahan cara membaca dan menulis kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru.

Tidak ada rasa takut di dirinya menghadapi para pelaku kriminal tersebut. Mereka bahkan tak berjarak. Apalagi saat mengajari para narapidana yang usianya tidak muda lagi.

"Awalnya ada perasaan takut karena semua yang belajar laki-laki. Apalagi mereka warga binaan," ungkapnya, Selasa, (9/4/2019).

Perasaan itu muncul saat pertama kali memasuki penjara. Namun setelah bertemu dengan calon muridnya dan berbincang, kekhawatiran itu sirna. Bahkan salah satu guru Kelompok Belajar (Kejar) di lapas itu makin senang karena semangat belajar para warga binaan yang berasal dari berbagai usia dan blok berbeda itu tinggi.

Baca: Astrid Tiar Tak Mau Seperti Orangtua, Pilih Santap Sayuran Sejak Dini

Baca: Wawancara Eksklusif Komisioner KPU Kalsel Edy Ariansyah : Tahapan Pemilu Kuras Tenaga dan Pikiran

Baca: Penganiaya Siswi SMP Minta Maaf Usai Berperilaku Aneh, Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas

Sejak awal 2018, Lapas Banjarbaru bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menggelar Kegiatan program belajar paket A, B dan C yang dilaksanakan di Lapas Banjarbaru.

"Mereka sangat antusias dalam belajar. Hal yang luar biasa karena semangat mereka sangat membara," kata warga Jalan A Yani Kilometer 29 Kompleks Pondok Sejahtera Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru tersebut.

Ternyata para warga binaan yang belajar juga sangat sopan dan menghargai pengajarnya. "Jadi kadang lupa kalau mereka itu warga binaan," ungkapnya.

Disebutkannya bahwa untuk siswa Paket A ada beberapa orang yang masih belajar membaca dari awal. Dan sebagian besar sudah bisa membaca cukup baik.

"Untuk beberapa orang yang masih kurang mahir membaca ada buku tersendiri yang digunakan. Buku mengeja huruf dari kata-kata yang simpel, latihan mengingat huruf dan juga latihan menulis," bebernya.

Sekadar diketahui, ada ratusan warga binaan ini dibedakan dalam tiga kelompok belajar. Masing-masing kelempok ditemani pendamping dan seorang guru yang memberikan pelajaran sekolah.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved