Insight

Mahasiswi ULM Kesuma Anugerah Yanty : Tas Purun Harus Fashionable

Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Kesuma Anugerah Yanty berpandangan, tas atau apapun fashion dari purun haruslah kreatif.

Mahasiswi ULM Kesuma Anugerah Yanty : Tas Purun Harus Fashionable
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Kesuma Anugerah Yanty 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diet kantong plastik kini mulai dilakukan pada beberapa daerah. Khususnya di Banjarmasin. Tentunya pemerintah juga memberikan solusi untuk larangan penggunaan kantong plastik tersebut. Di antaranya dengan pemakaian goody bag dan tas purun yang saat ini mulai ramai diperjualbelikan.

Agar pengguna tidak malu memakai perlengkapan dari purun ini para perajin pun membuat berbagai motif dan model untuk karya tangan mereka. Hasilnya, peminat tas purun di pasaran cukup ramai.

Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Kesuma Anugerah Yanty berpandangan, tas atau apapun fashion dari purun haruslah kreatif.

Baginya standar fashionable, khususnya tas purun, haruslah dibuat dengan menggunakan pola , motif, dan warna yang beragam. Sehingga terlihat lebih menarik dan enak dipandang saat digunakan.

Baca: 30 Warga Batola Tak Mau Lagi Dapat Bantuan PKH, Merasa Mampu Secara Ekonomi

Baca: 3 Jembatan Sungai Lulut Ditarget Rampung Akhir 2019, Pemko Diminta Sterilkan Lahan Sebelum Juni

Baca: Siswa SDN Basirih 10 Telat karena Sungai Dangkal, Dinas PUPR Kota Banjarmasin Rencanakan Ini

"Kalau bicara harga, tentunya sesuai kualitas dan tingkat kesulitan. Sejauh ini harga tas purun tidak terlalu mahal dan masih sebanding dengan kualitasnya," ucap perempuan yang pernah ikut pertukaran mahasiswa SEA- TEACHER Thailand tersebut.

Menurut Yanty, adanya Perwali mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin mendorong munculnya kembali budaya penggunaan bakul purun. Utamanya untuk digunakan ke pasar maupun sebagai tas yang akan dikenakan sehari-hari.

"Tas purun juga saat ini sudah semakin berkembang kreativitasnya. Tidak hanya purun dengan pola polos, sudah ada pola-pola baru yang membuat tas purun menjadi terlihat lebih fashionable dan trendy," ucap Yanty.
Ia berpendapat, tas purun saat ini bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bisa dijadikan gaya baru di Banjarmasin.

Teman-temannya dari komunitas Kakikota, menurut Yanty saat ini kemana-mana sudah mulai menggunakan tas purun.
Bahkan style dari kerajinan purun ini ia katakan sudah sangat bisa diterima oleh kaum milenial.

"Kita sebagai milenial sudah harus mulai membiasakan membudayakan tas purun kembali untuk digunakan sehari-hari dan mulai mencoba mengurangi penggunaan kantong plastik," ajaknya. (banjarmasinpost.co.id/ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved