Perebutkan Pemilih Kalsel di Pemilu 2019

News Analysis Dosen Fisip ULM Andi Tenri Sompa : Semua Berpeluang Sama

Demokrasi mengamanahkan adanya pemilihan untuk wakil rakyat (legislatif), presiden dan wakil presiden (eksekutif) baik langsung maupun tidak langsung.

News Analysis Dosen Fisip ULM Andi Tenri Sompa : Semua Berpeluang Sama
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

News Analysis : Andi Tenri Sompa
Kaprodi Magister Pembangunan ( MAPn) ULM/TPD Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Demokrasi mengamanahkan adanya pemilihan untuk wakil rakyat (legislatif), presiden dan wakil presiden (eksekutif) baik langsung maupun tidak langsung.

Dan Indonesia telah memilih demokrasi langsung sebagai sistem yang digunakan untuk memilih calon anggota legislatif dan eksekutif. Indonesia pun telah mengikrarkan penyelenggaraan pemilu serentak melalui UU Nomor 7 Tahun 2017. Perhelatan akbar itupun akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

Sebagai bagian dari Indonesia, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang ikut melakukan pemilu serentak tersebut. Euforia pemilihan presiden semakin menggelora. Tetapi pemilihan legislatif, utamanya DPR RI, menarik untuk diamati.

Sejumlah kandidat menempati kertas suara untuk calon DPR pada pemilu nanti, baik yang sudah memiliki pengalaman beberapa kali terpilih, maupun pendatang baru yang juga merupakan nama-nama yang tidak asing bagi masyarakat Kalsel.

Baca: Perebutkan Suara 2,8 Juta Pemilih Kalsel di Pemilu 2019, Petahana Senayan Dapat Saingan Baru

Baca: Perebutkan Suara 2,8 Juta Pemilih Kalsel, Gusti Iskandar Bermodal Pengalaman 2 Periode di DPR-RI

Baca: Gusti Khairul Saleh Perbanyak Silaturahmi dan Kerahkan Minimal 1 Tim Sukses di Setiap Desa

Jika mempertanyakan peluang dari incumbent dan pendatang baru, mana yang lebih berpeluang? Dalam era yang serbadigital, dimana semua masyarakat baik kalangan bawah hingga atas dapat mengakses informasi terkait calon, maka semua kandidat memiliki peluang yang sama.

Lalu siapa yang akan memenangkan pertarungan ini? Apakah incumbent atau pendatang baru? Perlu ada pemetaan terkait prediksi ini. Incumbent akan masih eksis jika tetap memiliki hubungan emosional dengan konstituennya dan kesan yang positif dari masyarakat dan pendatang baru akan terpilih jika mampu mengubah dan mempengaruhi pemilihnya baik pada saat kampanye maupun hubungan emosional yang sudah dimiliki sebelumnya dengan masyarakat.

Kedekatan dengan masyarakat tentunya menjadi modal yang amat menentukan keterpilihan calon.

Bagaimana dengan money politics? Apakah calon yang memberikan lebih banyak akan terpilih meski tidak dikenal oleh masyarakat? Beberapa waktu lalu mungkin bisa terjadi, tapi hari ini masyarakat sudah makin smart, meskipun tidak dipungkiri sebahagian masyarakat masih menanti pesta demokrasi dimana mereka memperoleh “sesuatu”. Pertanyaannya apakah mereka akan dipilih? Bisa iya, bisa juga tidak.

Masyarakat Kalsel adalah masyarakat yang santun, sentuhan emosional dan kesederhanaan akan memberikan “taste” bagi masyarakat pemilih. Dan pada saat itulah pilihan ditentukan.

Apapun pilihan partainya, siapapun kandidatnya, Masyarakat Kalsel akan menentukannya pada 17 April 2019. Kita Harus tetap menjaga pemilu berintegritas dan gunakan hak pilih kita untuk menentukan masa depan bangsa Indonesia dan Banua tercinta. (kur)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved