Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Saat Lahir 17 Ekor, Kini Anak Buaya di Taman Satwa Banjarmasin Tersisa 12 Ekor

Ada beberapa kotak yang disediakan untuk tempat buaya. Mereka dipisahkan perdua ekor. Namun ada pula box yang hanya berisi satu ekor buaya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih ingat dengan 17 ekor anak buaya yang lahir di Taman Satwa Jahri Saleh, Banjarmasin pada Januari 2019 kemaren ? ya, saat ini jumlah anak buaya tersebut berkurang. Hanya ada 12 ekor anak buaya yang masih bertahan hidup.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Kepala UPT Taman Satwa Jahri Saleh, Muiz memperlihatkan ke 12 anak buaya itu, di Taman Satwa Jahri Saleh, Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin, Kalsel, Kamis (11/4/2019).

Ada beberapa kotak yang disediakan untuk tempat buaya. Mereka dipisahkan perdua ekor. Namun ada pula box yang hanya berisi satu ekor buaya.

Secara fisik, kondisi para buaya itu terlihat sehat. Mereka nampak berkembang dan tumbuh jauh dibanding awal lahir. Terlihat dari fisik para buaya yang kini telah lebih besar dan lebih panjang.

Pada awal kelahiran, di hari pertama, Muiz sempat mengukur panjang buaya tersebut yang sebelumnya hanya 14 cm. Namun kini ukuran mereka sudah hampir kurang lebih 50 cm.

Ada satu ekor buaya yang terlihat cacat fisik. Buaya itu tidak memiliki ekor. Kondisi itu dialami sejak beberapa hari setelah kelahiran.

Muiz mengatakan semua buaya yang tersisa masih menampakan kondisi sehat. Selain itu setiap hari juga selalu diberi makan ikan dan udang untuk pertumbuhannya.

Keberadaan buaya di taman satwa direncanakan akan diambil oleh BKSDA Kalsel. Pasalnya, buaya merupakan satu jenis hewan yang dilindungi.

Namun sampai saat ini ujar Muiz, pihaknya juga masih menunggu kepastian dari BKSDA Kalsel untuk pengambilan. Terlebih semakin lama di Taman Satwa, ada biaya pakan yang harus dikeluarkan.

“Sebenarnya kami siap saja kapanpun BKSDA Kalsel akan mengambilnya. Tapi sejauh ini belum ada informasi. Jika pun masih lama, maka mau tidak mau kami juga terus mengeluarkan biaya untuk pakannya,” ucap Muiz.

Sementara itu, mengenai kondisi buaya tersebut, Dokter Hewan di Banjarmasin, yakni Drh Anang Dwijatmiko menyampaikan kalau tumbuh kembang buaya sudah cukup bagus. Baik dari segi makan maupun pertumbuhan fisik.

Sebagai seorang Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Drh Anang mengatakan para buaya tersebut sudah makan secara teratur.

“Makannya sudah bagus, jam makannya juga teratur,” ucap Drh Anang.

Ia sendiri juga sering memeriksa kondisi hewan amfibi itu. Pertumbuhan fisik buaya ujar Drh Anang juga cukup bagus, baik dari segi badan dan pertumbuhan lainnya. Kondisi giginya pun sebutnya sudah tajam-tajam.(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved