B Focus

Olahraga Asal Perancis, Petanque : Olahraga Pertaruhan Harga Diri, Gunakan Bola Besi

Di Kalsel, petanque dikenal sejak 2017 bersamaan terbentuknya Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kalsel.

Olahraga Asal Perancis, Petanque : Olahraga Pertaruhan Harga Diri, Gunakan Bola Besi
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
B Focus Banjarmasin Post edisi Kamis 11 April 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SATU olahraga asal Perancis, petanque (dibaca petong) mulai ramai dimainkan di Kalsel, khususnya Kota Banjarbaru. Aturan mainnya, bola besi dilempar agar bisa sedekat mungkin dengan bola kayu (choconnet) yang berada di arena.

Saat melempar atau menggulirkan, posisi kaki pemain harus tetap berada di dalam lingkaran kecil.

Untuk menang, tiap tim harus menyingkirkan bola lawan, agar tidak lebih dekat dengan bola kayu. Sport ini memang hanya bisa dimainkan di tanah yang keras dan dilapisi pasir atau batu kecil. Bisa secara perorangan atau pun grup yang terdiri dua sampai tiga orang.

Di Kalsel, petanque dikenal sejak 2017 bersamaan terbentuknya Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kalsel. Ketuanya, Ogi Fajar Nuzuli mengatakan, penggemar olahraga ini berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja hingga lanjut usia (lansia).

"Dalam olahraga ini, atlet tidak hanya bermain dan bertanding. Tetapi juga menguji strategi, mental, sportivitas, bahkan harga diri," ujar Ogi kepada BPost, Senin (8/4).

Baca: Jelang Liga 1 2019 - Soal Penampilannya yang Jadi Sorotan, Lucas Minta Fans Barito Putera Bersabar

Menurut mantan wakil wali Kota Banjarbaru ini, petanque mudah dimainkan. "Hanya perlu lapangan berukuran 15x20 meter dengan pemain antara 3-6 orang," sebut dia.

Kenapa petanque bisa sampai di Kalsel? Ogi menceritakan awalnya olahraga ini dikenalkan dosen FKIP Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (JPOK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Dr Tri Irianto Mkes.

"Pak Tri mengatakan dia membawa mandat dari FOPI pusat untuk membentuk kepengurusan FOPI di Kalsel. Saya lihat olahraga ini sangat bagus dan saya tertarik jadi pengurus untuk mengembangkannya," beber Ogi.

Setelah dilantik jadi ketua, dia menyosialisasikan olahraga ini hingga ke daerah. Saat ini ada enam kepengurusan FOPI daerah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanahlaut, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tabalong.

"Kami membagikan peralatan kepada sejumlah pengurus daerah agar olahraga ini makin berkembang," tambah Ogi.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved