Berita Banjar

Pembunuh Mantan Suami Divonis Tiga Tahun Penjara,  Sebelum Sidang Hadiri Pemakaman Ibunda

Musliah yang menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi divonis 3 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di PN Martapura, Kamis (11/4/2019) siang.

Pembunuh Mantan Suami Divonis Tiga Tahun Penjara,  Sebelum Sidang Hadiri Pemakaman Ibunda
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Proses rekonstruksi, Musliah menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi di Desa Kelampayanilir RT 5 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar berlangsung lancar, Kamis (17/1/2019) siang. atas perbuatannya itu, Musliah divonis hukuman penjara 3 tahun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Majelis hakim yang diketuai Sutiyono dan hakim anggota, Agustinus Sangkakala, Gesang Yoga Madyasto menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Musliah yang menghabisi nyawa mantan suaminya Rahmadi dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Martapura, Kamis (11/4/2019) siang.

Sebelum mengikuti sidang, Musliah diizinkan menghadiri proses pemakaman orangtuanya, Mastiah (70) di Desa Tambangan Kabupaten Banjar. Dirinya mendapat pengawalan dari jaksa dan anggota kepolisian, terlebih dulu diantarkan ke Polsek Astambul.

Awalnya terdakwa tidak mengetahui perihal kematian ibunya, begitu sesampainya di Polsek Astambul barulah diberitahu oleh putra sulungnya, Reza. Musliah pun tak kuasa menahan tangis dan selanjutnya bersama putranya itu langsung menuju ke rumah duka.

Baca: 7 Amalan Malam Nisfu Syaban 2019 Dilakukan Sendiri atau Berjamaah, Niat Puasa Syakban 1440 Hijriyah

Baca: Dihantam Puting Beliung, Warga Ulu Benteng Lari Tunggang Langgang Menyelamatkan Diri

Baca: Pesan Novel Baswedan ke Jokowi & Prabowo Jelang Debat Kelima Pilpres 2019, Live Streaming TVOne

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sugeng Wibowo membenarkan pihaknya memberikan izin kepada terdakwa untuk menghadiri pemakaman ibundanya yang meninggal dunia.

Musliah diberikan waktu dari pukul 10.00 wita hingga pukul 12.00 wita, atas permohonan izin dari pihak keluarganya dalam hal ini putranya, Reza.

"Atas putusan majelis hakim, tim JPU tidak mengajukan banding atas vonis kurungan tiga tahun penjara yang awalnya tuntuntan kami adalah lima tahun. Menjerat dengan pasal 351," katanya.

Lanjut Sugeng, beberapa hal yang menjadi pertimbangan karena tindakannya spontanitas, dan terdakwa kini menjadi tulang punggung keluarganya, selepas kematian mantan suaminya tersebut, terlebih dari anggota keluarga korban sudah memaafkan perbuatan terdakwa, dan memiliki anak yang masih kecil.

Juru Bicara PN Martapura, Gatot Rahardjo mengatakan, putusan atau vonis dari majelis hakim dengan menjathuhkan tiga tahun kurungan penjara dengan pertimbangan adanya permohonan pihak keluarga korban dan dari mantan suaminya yang telah memaafkan. Serta ada permohonan keringanan dari anak terdakwa, bahwa masih mempunyai anak usia 10 tahun dan tidak ada yang mengasuh.

"Pertimbangan utama dari majelis hakim adalah keluarga korgan sudah memaafkan," imbuh Gatot.

Kasus pembunuhan mantan suami yang terjadi di Desember 2018 lalu di rumahnya, Desa Kelampayanilir RT 5 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Dalam rekonstruksi terungkap bahwa ternyata Musliah menghabisi mantan suaminya itu secara refleks pada Selasa (19/12) sekitar pukul 19.00 Wita.

Berawal dari cekcok mantan suami istri, kemudian korban lebih dulu mendorong tersangka, hingga akhirnya tersangka mengambil palu dan memukulkannya kepada bagian kepala belakang mantan suaminya tersebut.

Musliah memiliki riwayat penyakit latah atau refleks. Terdakwa diamankan di rumahnya, berdasarkan hasil penyidikan dengan melihat kamera CCTV, pada pukul 08.00 wita Kamis (20/12/2019) lalu.

Baca: Terlahir 17 Ekor, Kini Anak Buaya di Taman Satwa Sisa 12 Ekor, Begini Kondisinya

Baca: USBN Tingkat SMP Berakhir, UNBK Menanti, Bakal Digelar Serentak Mulai Senin 22 April 2019

Barang bukti yang diamankan satu lembar sarung bantal terdapat bercak darah, satu lembar sarung motif kotak-kotak, satu lembar sajadah, satu utas tali warna kuning, satu utas tali warna hitam, satu buah gunting gagang warna merah, satu lampu dalam keadaan pecah, pecahan kaca figura, satu tempat wadah uang warna hijau terbuat dari plastik dalam keadaan pecah, satu buah kotak handphone merk Samsung Galaxy J2 Prime, satu buah sabuk warna coklat, satu buah jaket warna abu-abu dan hitam, satu buah celana panjang levis, satu buah palu.

Turut diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Vario DA 6720 QZ warna hitam, satu lembar baju muslim warna hijau coklat motif kembang yang dipakai saat datang dan melakukan perbuatan pidana, satu lembar kerudung warna abu-abu motif kembang. (Banjarmasinpost.co.id/hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved