Pemilu 2019

Pemilu 2019 Kalsel Ketat, Mantan Kapolresta hingga Eks Direktur Walhi Berebut 2,8 Juta Suara

Selain kursi presiden dan wakil presiden, pada Pemilu 2019 ini kursi DPR RI juga paling ‘panas’ diperebut.

Pemilu 2019 Kalsel Ketat, Mantan Kapolresta hingga Eks Direktur Walhi Berebut 2,8 Juta Suara
Tribun Batam
Ilsutrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain kursi presiden dan wakil presiden, pada Pemilu 2019 ini kursi DPR RI juga paling ‘panas’ diperebut.

Di Kalimantan Selatan misal, selain mantan anggota DPR, sejumlah mantan pejabat, mantan kepala daerah serta anak pejabat dan tokoh ikut bertarung untuk memperebutkan 11 kursi di Senayan.

Para calon anggota legislataif (caleg) ini memperebutkan dukungan 2.869.337 pemilih (1.437.276 pemilih laki-laki dan 1.432.276 perempuan).

Jutaan suara ini terbagi di dua daerah pemilihan. Dapil Kalsel I meliputi Kabupaten Baritokuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong dan Banjar.

. Di Dapil Kalsel I tersedia enam kursi. Sedangkan Dapil Kalsel II yang meliputi, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru tersedia 5 kursi.

Ada pun sejumlah tokoh yang bertarung di Dapil I di antaranya Ahmadi Norsupit (anggota DPR RI), Saifullah Tamliha (anggota DPR dua periode), Bambang Heri Purnama (pengusaha dan anggota DPR), Zainul Arifin (mantan Rektor Uvaya dan anggota DPR), Saiful Rasyid (mantan Bupati HST dan Anggota DPR), Habib Aboe Bakar Alhabsy (anggota DPR tiga periode), H Dardiansyah (anggota DPR), Gusti Iskandar Sukma Alamsyah (mantan anggota DPR).

Baca: Jadwal Debat Kelima Pilpres 2019 Live TVone, Ini Persiapan Kubu Jokowi dan Prabowo Soal Tema Ekonomi

Baca: VIDEO Viral Epic Rap Battles Of Presidency Jokowi vs Prabowo Jelang Debat Kelima Pilpres 2019

Para petahana itu mendapat saingan berat. Penantang baru itu yakni mantan Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh (PAN), mantan Wabup Tabalong Zonny (Demokrat), mantan Kapolresta Banjarmasin Merdekansyah (Perindo), pengusaha media Barito Post Guntur Prawira (NasDem), mantan Sekretaris PW NU Kalsel Nasrullah (PPP), mantan Ketua Walhi Pusat Berry N Furqon dan mantan akademisi ULM Rifqy Nizami serta anak mantan Bupati HST Aulia Oktafiandy (Gerindra).

Sedangkan di Dapil Kalsel II ada Aditya Mufty Ariffin (2 periode anggota DPR, anak mantan Gubernur Kalsel), Hasnuryadi Sulaiman HB (anggota DPR, anak tokoh dan pengusaha Banua), mantan Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar (PKB), Ketua STIA Bina Banua Gerilyansyah Basrindu (PKB), M Nur (anggota DPRD Kalsel dan anak bendahara umum PB NU, H Abidin HH), mantan Wabup Tanbu Difriadi Darjat (Gerindra), Aida Muslimah (istri mantan Wagub Kalsel), Safrudin Maming atau Cuncung (PDIP), mantan Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah (Golkar), Syarifah Santiansyah (anggota DPRD Kalsel, adik Bupati Kotabaru, mantan Bupati Kotabaru Sjachrani Mataja (NasDem), mantan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin (PAN) dan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rusian (Demokrat).

Baca: Mitos dan Klenik di Pemilu

Gusti Iskandar dari Partai Golkar mengaku bermodalkan pengalaman menjadi anggota DPR selama dua periode. “Optimistis bisa kembali duduk di Senayan,” ujarnya, kemarin.

Iskandar mengatakan tak memiliki strategi yang terlalu spesifik untuk menggalang suara pemilih. “Ini sosialisasi yang panjang dan berproses. Jadi di sisa waktu ini saya menjaga silaturrahmi yang sudah terjalin dengan masyarakat,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved