Kriminalitas Regional

Penganiaya Siswi SMP Minta Maaf Usai Berperilaku Aneh, Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas

Tutup kepala dan masker belum cukup untuk mereka. Tujuh remaja putri penganiaya itu terus menunduk saat diperlihatkan di Mapolresta Pontianak, Rabu.

Penganiaya Siswi SMP Minta Maaf Usai Berperilaku Aneh, Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Tutup kepala dan masker rupanya belum cukup untuk mereka. Tujuh remaja putri itu terus menunduk saat diperlihatkan di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) petang.

Di dampingi anggota Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, mereka pun satu persatu meminta maaf kepada korban dan keluarga. Para siswi SMA itu tersandung kasus dugaan penganiayaan seorang remaja putri berstatus siswi SMP.

Namun mereka menyatakan tidak melakukan pengeroyokan pada Jumat siang 29 Maret 2019 . Itu perkelahian satu lawan satu. Sedang kejadiannya di dua tempat yakni di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya karena tersangka sempat mengejar korban hingga bertemu kembali di Taman Akcaya.

"Saya selaku pelaku dari tujuh orang ini. Terutama saya meminta maaf terhadap korban dan kepada keluarga korban," ujar seorang tersangkanya.

Dia juga menyatakan kejadian sebenarnya tidak seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Akibatnya mereka saat ini menjadi korban intimidasi atau bullying karena banyak orang yang meneror dan melontarkan penghinaan. "Dan saya semua harus tahu, di sini itu saya korban. Karena saya sekarang sudah dibully, dihina, dicaci, dimaki, diteror. Padahal kejadiannya tidak seperti itu," ujarnya.

Baca: Lihat Video Penganiayaan Audrey, Ashanty Emosi, Sahabat Krisdayanti Ini Sampai Berucap Kata Sangar

Baca: Keanehan Sikap Pengeroyok Audrey, Siswi SMP Pontianak Dilihat Ashanty, Hotman Paris Ungkap Hal Ini

Baca: Sindiran Nikita Mirzani ke Sosok yang Unggah Foto Audrey, Ifan Seventeen & Atta Halilintar?

Sebelumnya banyak yang menyebutkan mereka telah mengeroyokan terhadap Audrey hingga membenturkan kepala korban ke aspal. Mereka juga disebut telah merusak keperawanan korban.

Kasus ini ramai setelah Fachira Anindy melalui situs Change.org membuat petisi tersebut berjudul KPAI dan KPPAD, Segera Berikan Keadilan untuk Audrey #JusticeForAudrey!

Tersangka mengatakan tidak ada penyekapan apalagi merusak keperawanan korban. "Tidak ada penyekapan, tidak ada seretan, tidak ada menyiram secara bergiliran, tidak ada membenturkan kepalanya ke aspal. Itu tidak ada," ujarnya.

Soal penganiayaan Audrey hingga menyentuh alat kelamin juga dijelaskan oleh polisi. Sesuai hasil visum tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di alat vital korban, AY (14).

"Intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalbar Kombes dr Sucipto.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved