Kriminalitas Regional

Penganiaya Siswi SMP Minta Maaf Usai Berperilaku Aneh, Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas

Tutup kepala dan masker belum cukup untuk mereka. Tujuh remaja putri penganiaya itu terus menunduk saat diperlihatkan di Mapolresta Pontianak, Rabu.

Penganiaya Siswi SMP Minta Maaf Usai Berperilaku Aneh, Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

"Paling penting, kita harus memastikan pemenuhan hak-hak mereka. Sebagai korban ataupun pelaku, mereka tetap anak-anak kita. Sudah seharusnya kita lindungi dan kita luruskan jika mereka berbuat salah,” ujar Menteri Yohana.

Baca: Sikap Tak Terduga Sosok Pelaku Pengeroyokan Audrey Saat Diperiksa Polisi, Kronologi Kasus Terungkap

Baca: Reaksi Keras Mahfud MD, Nikita Mirzani & Permintaan Hotman Paris ke Jokowi Soal Pengeroyokan Audrey

Baca: Sebutan Ifan Seventeen untuk Audrey, Siswi SMP Pontianak yang Dikeroyok, Dia Lakukan Ini ke Korban

Bahkan Presiden Joko Widodo usai menghadiri acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia mengaku bersedih atas kejadian tersebut. "Kita semuanya sedih, kita semuanya berduka atas peristiwa itu. Tetapi, yang jelas, pasti ada sesuatu masalah yang berkaitan dengan pola interaksi sosial antarmasyarakat yang sudah berubah lewat media sosial. Hati-hati dengan ini," ujar Jokowi.

Jokowi pun meminta Polri tegas mengusut kasus ini sesuai dengan prosedur hukum. "Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk tegas menangani ini sesuai prosedur hukum, tegas dan bijaksana," papar Jokowi
Sementara itu, ibunda korban mengatakan hingga saat ini putrinya trauma. "Psikisnya masih terganggu dan dalam pemulihan," katanya.

Dia pun mengatakan keluarga sangat menyesalkan kasus ini dan menyerahkan proses selanjutnya kepada kepolisian.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjelaskan pihaknya telah mendorong adanya diversi atau mediasi. Sebab tersangka dan korban merupakan anak-anak.

Namun upaya tersebut tidak tercapai. Sebab keluarga korban menolak mediasi. Saat ini KPAI akan memastikan proses hukum terhadap tersangka berjalan sesuai UU Peradilan Anak. KPAI juga akan melakukan pemulihan kondisi anak pada saat semula, baik pemenuhan hak rehabilitasi maupun kesehatan. (Tribun Network/syh/fel/mal/kps/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved