Perebutkan Pemilih Kalsel di Pemilu 2019

Perebutkan Suara 2,8 Juta Pemilih Kalsel, Gusti Iskandar Bermodal Pengalaman 2 Periode di DPR-RI

Gusti Iskandar dari Partai Golkar mengaku bermodalkan pengalaman menjadi anggota DPR selama dua periode.

Perebutkan Suara 2,8 Juta Pemilih Kalsel, Gusti Iskandar Bermodal Pengalaman 2 Periode di DPR-RI
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gusti Iskandar dari Partai Golkar mengaku bermodalkan pengalaman menjadi anggota DPR selama dua periode. “Optimistis bisa kembali duduk di Senayan,” ujarnya, kemarin.

Di Kalimantan Selatan misal, selain mantan anggota DPR, sejumlah mantan pejabat, mantan kepala daerah serta anak pejabat dan tokoh ikut bertarung untuk memperebutkan 11 kursi di Senayan.

Para calon anggota legislataif (caleg) ini memperebutkan dukungan 2.869.337 pemilih (1.437.276 pemilih laki-laki dan 1.432.276 perempuan).

Iskandar mengatakan tak memiliki strategi yang terlalu spesifik untuk menggalang suara pemilih. "Ini sosialisasi yang panjang dan berproses. Jadi di sisa waktu ini saya menjaga silaturrahmi yang sudah terjalin dengan masyarakat," ujarnya.

Dia juga tetap mengikuti strategi pemenangan Partai Golkar sebagai pengusungnya. “Partai Golkar menargetkan peningkatan jumlah perolehan kursi DPR Dapil Kalsel dari tiga kursi menjadi empat kursi di Pemilu 2019,” ujarnya.

Agar bisa penuhi target, Koordinator Wilayah Kalimantan DPP Partai Golkar ini mengimbau para kader yang bersaing di dapil yang sama agar tak berperang di rumah sendiri. Menurut dia, masih banyak wilayah lain yang suaranya bisa diperebutkan dengan partai lain.

Baca: Perebutkan Suara 2,8 Juta Pemilih Kalsel di Pemilu 2019, Petahana Senayan Dapat Saingan Baru

Baca: Permintaan Maaf Annisa Pohan ke Ani Yudhoyono, Cek Perlakuan SBY pada Istri yang Sakit Kanker Darah

Baca: Dosen Pertambangan ULM: Musibah Longsor Tambang Intan Pumpung Banjarbaru Harus Diinvestigasi

Selaku penantang baru, Bupati Banjar Periode 2010 -2015 Sultan H Khairul Saleh juga mengaku memperbanyak silaturahmi menemui konstituennya.

“Saya langsung turun ke lapangan bagi-bagi brosur, kalender dan APK lainnya agar merekalebih tahu siapa saya," ujarnya.

Khairul juga mengerahkan tim sukses satu desa minimal satu orang “Saya pun mengenalkan diri lewat sosial media seperti instagram dan facebook,” ujarnya.

Dalam kampanye, dia mengatakan akan memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Kebutuhan masyarakat, kata Khairul, sebenarnya tidak jauh dari infrastuktur, air dan lainnya,” kata Khairul.

Tokoh muda yang juga pendatang baru adalah Berry Nahdian Forqan. “Nothing to lose saja. Artinya saya berusaha sesuai dengan kemampuan yang saya miliki," ungkap kader Partai PDI Perjuangan ini.

Berry juga mengaku memiliki tim sukses. Dia pun mengincar suara anak muda atau milenial. “Suara milenial cukup besar juga," ujarnya.

Baca: Dosen Pertambangan ULM: Musibah Longsor Tambang Intan Pumpung Banjarbaru Harus Diinvestigasi

Baca: Distribusi Lalui Jalur Air, KPU HSU Terapkan Pengamanan Ganda untuk Kotak Suara ke Wilayah Paminggir

Baca: Sebut Nama Yusran Effendi Siapa yang Kenal? Tapi Disebut Jhon Tralala Orang Akan Ingat Ini

Jika terpilih, mantan ketua Walhi ini akan memperjuangkan lingkungan dan sosial.

“Tentu saya akan memperjuangakan terkait ranah kebijakan-kebijakan lingkungan dan terkait dengan bagaimana tata kelola sumber daya alam. Tata kelola lahan dan ini kebijakannya akan pihaknya dorong dan perjuangkan,” ujanya. (acm/kur/dwi)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post edisi Cetak Kamis (11/4/2019).

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved