Berita Kotabaru

Selesai Tahun Lalu, Rusunawa Tak Kunjung Diserahkan ke Pemkab Kotabaru, Begini Kondisi Listriknya

Bangunan Rusunawa yang ada di Komplek Perikanan Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru telah selesai di 2018 lalu.

Selesai Tahun Lalu, Rusunawa Tak Kunjung Diserahkan ke Pemkab Kotabaru, Begini Kondisi Listriknya
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Bangunan Rusunawa yang ada di Komplek Perikanan Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bangunan Rusunawa yang ada di Komplek Perikanan Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru telah selesai di 2018 lalu.

Hanya saja, bangunan yang bernilai cukup besar dari dana APBN 12.479.520.000, belum ditempati.

Proyek tersebut dibangun melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalsel.

Hanya saja, hingga kini April 2019 ini belum ada tanda-tanda diserahkan ke Pemerintah daerah.

Pasalnya, listrik yang ada di Rusunawa tersebut belum semuanya menyala. Sebab hanya ada sekitar 10 unit yang dialiri listrik.

Sehingga, bangunan tersebut yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan dan ditempati diawalbtahun tak kunjung dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten Kotabaru, nampaknya masih terus menunggu.

Baca: Sekda Tanahbumbu: Belajar dari Kasus MR Setiap Sosialisasi Imunisasi Diyakini Berhasil

Baca: Daftar Kejanggalan Kasus Penganiayaan Audrey, Siswi SMP di Pontianak Diungkap Hotman Paris

Baca: Bukan Miliaran atau Triliunan, Tapi Gaji Bos Twitter Ini Setahun Tak Lebih dari Rp 20.000

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Kotabaru, H Slamet Riyadi, Kamis (11/4/19) mengatakan saat ini memang masih belum bisa dihuni.

Sudah hampir 4 bulan selesai namun tak kunjung ada penyerahan karena masih ada yang belum beres.

"Yang pertama belum ada penyerahan dari Provinsi dan kendala lainnya adalah listrik. Belum seuamnya teraliri listrik makanya belum diserahkan ke daerah, " katanya.

Alasannya, dari PLN karena trafonya terbatas.

Trafo yang ada hanya mampu mengaliri 10 unit saja di lantai bawah sehingga harus menunggu penambahan trafonya.

"Padahal anggarannya dari pelaksana sudah ada. Seharusnya sudah selesai tapi PLN belum melaksanakannya, dan awalnya triwulan pertama, namun hingga saat ini belum ada kabar," katanya didampingi anggotanya.

Slamet juga menyebutkan, bangunan tersebut terdiri dari 4 lantai dengan totak kamar sebanyak 42 unit.

Sementara yang baru teraliri listrik hanya sebanyak 10 unit dan 32 unit masih belum.

Dia juga mengatakan, bangujan tersebut merupakan program relokasi dari Barak Desa Dirgahayu, tahun 2018 mendapatkan 1 tower bangunan.

Menurutnya seharusnya ada 5 tower namun keterbatasan anggaran dari pusat hanya mendapatkan satu unit bangunan.

"Kalau Sudah diserahkan baru akan diatur perbub untuk pengelolaannya dan tarif sewanya yang cukup bagus murah. Jadi ini, rusunawa ini untuk mereka yang kurang mampu, diutamakan bagi warga Barak, " katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved