Berita Banjarmasin

Siswa SDN Basirih 10 Telat karena Sungai Dangkal, Dinas PUPR Kota Banjarmasin Rencanakan Ini

Pada 2017 lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin melakukan pengerukan di Sungai Basirih, Banjarmasin.

Siswa SDN Basirih 10 Telat karena Sungai Dangkal, Dinas PUPR Kota Banjarmasin Rencanakan Ini
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Blitz Edisi Kamis (11 April 2019) Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada 2017 lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin melakukan pengerukan di Sungai Basirih, Banjarmasin.

Pengerukan tersebut berdampak positif pada warga dan anak-anak sekolah. Pasalnya sungai itu menjadi jalur lalu lintas yang digunakan oleh masyarakat setempat.

Paling penting pula, menjadi lintasan puluhan siswa yang bersekolah di SDN Basirih 10 Banjarmasin.

Akan tetapi, pascamusim hujan beberapa bulan lalu, kondisi sungai yang awalnya telah dalam dan lebar, kembali dangkal.

Dikatakan oleh Kepala SDN Basirih 10, Yuseri, terjadi longsor pada bekas urukan sungai tersebut. Karena pelebaran atau pengerukan sungai kala itu, tanahnya diletakan di sisi sungai.

"Harusnya sih diberi siring. Kalau seperti itu, nanti akan longsor lagi," jelas Yuseri, Rabu (10/4/2019).

Baca: Begini Strategi Petahana Senayan dan Calon Anggota DPR-RI Raih Suara Pemilih Kalsel di Pileg 2019

Baca: Petanque, Olahraga Unik Asal Perancis, Harga Bolanya Rp 4 Juta Tak Ada di Indonesia

Baca: Gusti Khairul Saleh Perbanyak Silaturahmi dan Kerahkan Minimal 1 Tim Sukses di Setiap Desa

Ia mengatakan, memang tidak mempengaruhi berkurangnya lebar sungai pascadikeruk 2017 lalu. Akan tetapi kondisi sungai dangkal kembali dialami siswa karena tanahnya yang jatuh ke dalam sungai. Akibatnya, ketika kondisi air surut, para siswa pun tak bisa melintas.

Ditambah lagi, menurutnya, apabila surutnya air ketika pagi, tak jarang siswa terlambat untuk datang ke sekolah. Bahkan pernah pula para guru yang telat karena kelotok yang tidak bisa melintas.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini tak ada jalur darat untuk menuju sekolah tersebut. Warga dan siswa maupun guru hanya bisa melalui jalur sungai. Kondisi sungai di Banjarmasin yang pasang surut tak jarang menbuat siswa kesulitan menuju sekolahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sungai, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengiyakan kalau bekas kerukan di Sungai Basirih runtuh.

"Yang runtuh ke sungai pengerjaan tahun 2017. Karena masih dibuang ke samping sungai. Jadi kalau pas hujan lebat akan tergerus," ucapnya.

Pihaknya pun berencana untuk melakukan penguatan tebing pada gerusan tersebut. Yakni menggunakan sistem vegetasi, dengan cara ditanami dengan pepohonan air seperti rambai, rumbia, mangrove dan sejenisnya.

"Kami upayakan semoga tahun ini bisa dikeruk lagi. Kami juga akan usulkan pada APBD perubahan," terang Toni. (banjarmasinpost.co.id/ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved