Berita Banjarmasin

Wawancara Eksklusif Komisioner KPU Kalsel Edy Ariansyah : Tahapan Pemilu Kuras Tenaga dan Pikiran

Waktu pencoblosan semakin dekat, tinggal sepekan lagi, tepatnya 17 April 2019. Para calon anggota legislatif pun makin gencar dekati pemilik suara.

Wawancara Eksklusif Komisioner KPU Kalsel Edy Ariansyah : Tahapan Pemilu Kuras Tenaga dan Pikiran
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (11/4/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Waktu pencoblosan semakin dekat, tinggal sepekan lagi, tepatnya 17 April 2019. Para calon anggota legislatif pun makin gencar mendekati pemilik hak suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun semakin sibuk mempersiapkan pencoblosan.

Apa saja yang telah dilakukan KPU Kalsel?

Berikut wawancara dengan Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kalsel Edy Ariansyah:

Sejak kapan persiapan Pemilu 2019 benar-benar padat?

Semua tahapan tiap tahun sama padatnya. Namun, semakin dekat hari H, kami semakin memacu program dan kegiatan. Mulai awal 2019 pelaksanaan program dan kegiatan semakin intens dan nyaris tidak ada hari yang kosong.

Pada divisi sosialisasi saja, kami antara lain menyiapkan materi sosialisasi pindah pemilih, jenis surat suara, tata cara mencoblos, sosialisasi tahapan kampanye, pengenalan peserta pemilu dan lainnya. Kami juga memfasilitasi penayangan iklan kampanye peserta pemilu, menyusun dan menetapkan jadwal kampanye rapat umum. Selain itu monitoring dan supervisi berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan KPU kabupaten kota.

Baca: Begini Strategi Petahana Senayan dan Calon Anggota DPR-RI Raih Suara Pemilih Kalsel di Pileg 2019

Baca: Gusti Khairul Saleh Perbanyak Silaturahmi dan Kerahkan Minimal 1 Tim Sukses di Setiap Desa

Tahapan apa yang paling menguras tenaga dan pikiran?

Semua tahapan, tidak ada yang tidak menguras tenaga dan pikiran. Walau menguras tenaga dan pikiran, bagi saya ini sebuah seni melayani hak konstitusional warga negara Indonesia.

Apakah sampai mengganggu waktu pribadi?

Sejak mendaftarkan diri sebagai penyelenggara pemilu tentu sudah memahami konsekuensi dari komitmen kerja penuh waktu. Kemudian, sejak mengikrarkan sumpah/janji sebagai penyelenggara Pemilu tentu sudah siap menerima konsekuensi terabaikan sebagian kebebasan yang dimiliki.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved