Pileg 2019

Berebut Kursi ke Senayan, Habis Aboe Targetkan 20 Persen Suara, Lakukan Strategi Flashmob

Ada pun Habib Aboe Bakar Alhabsy, yang tiga kali terpilih menjadi anggota DPR berkat warga Kalsel, mengatakan sebagai petahana dia memiliki rekam

Berebut Kursi ke Senayan, Habis Aboe Targetkan 20 Persen Suara, Lakukan Strategi Flashmob
BPost Cetak
BPost edisi cetak (12/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada pun Habib Aboe Bakar Alhabsy, yang tiga kali terpilih menjadi anggota DPR berkat warga Kalsel, mengatakan sebagai petahana dia memiliki rekam jejak yang dapat dilihat oleh pemilih.

“Masyarakat Kalsel bisa melihat bagaimana keaktifan saya dalam pentas politik nasional untuk menyuarakan aspirasi," ujarnya.

Untuk dapat kembali masuk ke Senayan, Habib Aboe menargetkan mendapatkan 20 persen suara.

Ini mengantisipasi tingkat partisipasi pemilih dan kesalahan teknis saat pencoblosan.

"Agar dapat mencapai target tersebut, saya menggunakan strategi tandem antarcaleg. Dengan strategi ini saya bekerja sama dengan caleg provinsi dan caleg kabupaten sehingga akan dicapai efektivitas kerja serta efisiensi dalam anggaran. Selain itu, performa kinerja partai akan dapat digenjot melalui strategi ini, " urai Habib.

Baca: Berebut Kursi ke Senayan, Muhidin Tolak Ungkap Strateginya, Memilih Santai Bersama Cucu

Baca: Wajah Syahrini Tanpa Make Up Disorot Cowok Malaysia Ini, Luna Maya Disukai Bule Ini Ketimbang Incess

Baca: Sehun EXO Masuk Trending Topic Dunia Hari Ini, #HappySehunDay & #ShiningSehunDay

Baca: Penyebab Ustadz Abdul Somad Pilih Prabowo di Pilpres 2019, Ini 5 Bahasan Pertemuan UAS-Prabowo

Karena menggunakan strategi tandem, lanjut Habib, dirinya tidak memerlukan tim yang banyak.

"Ujung tombak tim ada di para caleg daerah. Saya hanya menyiapkan berbagai kebutuhan sosialisasi, sedangkan pelaksananya adalah tim lapangan dari caleg daerah. Dengan demikian kami bisa berhemat SDM, baik caleg pusat, provinsi dan kabupaten, hanya memerlukan satu mesin politik. Tentunya semua ini memiliki konsekuensi secara ekonomis, yaitu kampanye yang kami lakukan adalah kampanye berbiaya murah," ujarnya.

Habib juga mengungkapkan memiliki dua strategi teknis.

"Yang pertama adalah door to door campaign atau kampanye dari pintu ke pintu. Melalui strategi ini, kader PKS menjelaskan program-program PKS secara langsung kepada pemilih. Pada langkah ini kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pencoblosan," katanya.

Strategi kedua adalah flashmob.

"Kami memperkenalkan logo, nomor serta program PKS di pinggir jalan. Dengan berdiri berjajar sepanjang jalan utama, diharapkan masyarakat tahu dan ingat," sebutnya.

Diakui Habib, pemilu kali ini tidak mudah karena banyak pendatang baru dengan kualitas bagus.

“Kami harus lebih mawas diri dengan strategi yang dijalankan di lapangan,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved