Pemilu 2019

Ribuan Pengawas Pemilu Awasi Pergitungan Suara di TPS

Sebanyak 8.079 lebih petugas pengawas yang ditunjuk Bawaslu Kalteng disebar ke semua TPS se Kalteng untuk mengawasi proses pencoblosan

Ribuan Pengawas Pemilu Awasi Pergitungan Suara di TPS
tribunkalteng.co/fathurahman
Bawaslu saat melakukan apel pengawas pemilu dan patroli jelang pelaksanaan Pemilu di Kalteng, Jumat (12/4/2019). 

BANJARMASINPOST CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 8.079 lebih petugas pengawas yang ditunjuk Bawaslu Kalteng disebar ke semua TPS se Kalteng untuk mengawasi proses pencoblosan hingga perhitungan suara yang akan digelar, Rabu (17/4/2019) mendatang.

Dalam persiapan pengawasan pelaksanaan pemilu yang tinggal lima hari tersebut, bawaslu menggelar apel siaga pengawas Pemilu Tahun 2019 dan apel patroli pengawasan anti politik uang terutama pada hari tenang di lapangan Tugu Soekarno, Jumat (12/4/2019).

Kegiatan diikuti banyak kalangan dari KPU, pihak kepolisian dan lembaga lainnya yang ikut melakukan pengawasan pelaksanaan Pilpres dan Pileg.

"Kegiatan ini dilaksanakan serentak hingga ke tingkat kecamatan sebagai upaya menyatukan tekad seluruh pengawas untuk bersemangat dan bertekad mensukseskan pemilu mendatang," ujar Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Satriadi.

Baca: Perlakuan Ashanty pada Aurel yang Sakit Disorot, Anak Bungsu Anang Hermansyah Pun Dibikin Kesal

Baca: Rp 20,6 Miliar! Jam Syahrini Sebelum Nikahi Reino Barack Harganya Disorot, Lihat Juga Jam Luna Maya

Baca: Terungkap! Caleg yang Surat Suaranya Tercoblos Ternyata Anak Bos Lion Air & Dubes RI di Malaysia

Baca: Keanehan Cincin Ammar Zoni Jelang Pernikahan dengan Irish Bella, Eks Ranty Maria Harus Lakukan Ini

Baca: Gara-gara Ashanty, Anang Hermansyah Lapor Polisi, Aurel Hermansyah Pun Ungkap yang Sebenarnya

Menurut dia, dalam waktu dekat akan memasuki masa tenang dan semua pengawas pemilu harus siap-siaga untuk lebih konsen dalam melakukan pengawasan, karena selama masa tenang tidak adalagi kampanye, bahkan kerap terjadi kecurangan, yang paling mungkin terjadi adalah praktik money politik.

"Ini perlu pengawasan bersama," ujarnya.

Dikatakan satriadi, apabila ada peserta Pileg maupun tim Kampanye Presiden yang tetap melakukan kampanye pada saat masa tenang, apalagi sampai bagi-bagi uang maka para peserta tersebut akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Sanksi merujuk pada Pasal 187 ayat (1) Perpu 1/2014 (yang ditetapkan sebagai undang-undang oleh UU 1/2015). Dalam ketentuan tersebut, menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk masing-masing calon. Maka akan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit seratus ribu rupiah atau paling banyak satu juta rupiah," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, menegaskan hingga saat ini kamtibmas Kalteng masih terjaga dengan baik dan pihaknya sudah sangat siap dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilu yang akan digelar dalam minggu ini.

"Polisi sangat siap serta optimis pilpres dan pileg berjalan dengan aman," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved