Tajuk

Independensi Menangkal Isu

DI tengah kesibukan mempersiapkan pencoblosan yang tinggal lima hari hari lagi, tepatnya pada Rabu (17/4), dua anggota KPU harus bertolak ke Malaysia.

Independensi Menangkal Isu
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Pelipatan surat suara Logistik Pemilu 2019 di KPU Tabalong, beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI tengah kesibukan mempersiapkan pencoblosan yang tinggal lima hari hari lagi, tepatnya pada Rabu (17/4), dua anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bertolak ke Malaysia.

Mereka berangkat ke negeri jiran tersebut untuk menyelidiki kasus dugaan pencoblosan surat suara. Kasus ini mencuat setelah menyebarnya video berisi rekaman penemuan surat suara yang telah dicoblos.

Ini merupakan kali kedua kasus serupa. Sebelumnya kasus terkait surat suara menghebohkan negeri ini pada awal Januari 2019.

Itu setelah Andi Arief yang saat itu Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat bersuara melalui akun media sosialnya. Dia mempertanyakan kebenaran kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

KPU pun langsung menyikapi cuitan Andi dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, kabar dari Andi, yang kemudian tersandung kasus narkoba, hoaks alias tidak benar. Apakah kasus kali ini hoaks, KPU tengah menyelidiki.

Namun penyelidikan tersebut harus segera membuahkan hasil. Jika tidak kepercayaan terhadap penyelenggaraan pemilu pasti anjlok.

Ini juga akan mempengaruhi nama baik Indonesia. Soalnya kasus ini juga tengah ditangani kepolisian Malaysia.
Dua lokasi penemuan surat suara di Kajang sudah di-policeline kepolisian Selangor. Polisi setempat juga sudah menerima laporan dua warga negara Indonesia mengenai kasus ini. Artinya, kasus ini semakin terbuka.

Memang pemilu kali ini banyak tantangannya. Berbagai isu menyebar di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat pada Agustus-Desember 2018 saja ada 62 konten hoaks terkait pemilu.

Sedemikian banyaknya isu yang beredar hingga KPU tak bisa mengatasi semuanya. Hanya isu-isu krusial yang ditangani. Salah satunya memidanakan dua pria yang diduga menyebarkan kabar bahwa server KPU telah diprogram untuk memenangkan salah satu calon presiden.

Saat ini independensi KPU diuji. Anggap saja isu yang beredar bagian dari pengawasan. Semoga KPU bisa mengatasinya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved