Berita Tapin

Toilet Program Inovasi Kapolsek Candi Laras Utara Difungsikan, Ini Dunia Usaha yang Terlibat

Kapolsek Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu meresmikan operasional toilet untuk masyarakat di Desa Sungai Salai Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara

Toilet Program Inovasi Kapolsek Candi Laras Utara Difungsikan, Ini Dunia Usaha yang Terlibat
Kapolsek Candi Laras Utara
Kapolsek Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu meresmikan operasional toilet untuk masyarakat di Desa Sungai Salai Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (11/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kapolsek Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu meresmikan operasional toilet untuk masyarakat di Desa Sungai Salai Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (11/4/2019).

Bersama Kapolsek Candi Laras Utara, turut pula menandatangani prasasti di bangunan toilet itu, perwakilan manajemen perusahaan pertambangan batu bara, PT Hasnur Group dan PT Kalimantan Prima Persada.

Kapolsek Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu melibatkan dunia usaha membangun toilet yang merupakan program inovasinya mengubah kebiasaan warga pesisir sungai buang air besar.

Pembangunan toilet itu memerlukan waktu sekitar 10 hari. Letaknya berdekatan dengan tempat ibadah dan di pertengahan Desa Sungai Salai Hilir.

Ipda Indra Wahyu SH, latar belakang pembangunan jamban itu melihat kondisi alam dan kehidupan masyarakat setempat.

Wilayah Candi Laras Utara, didominasi hampir 85 persen adalah perairan sungai, sehingga sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

Baca: Truk Kembali Parkir Sembarangan di Jalan Trikora Banjarbaru, Warga Minta Ditertibkan

Baca: Bukan Natasha Wilona, Verrell Bramasta Justru Nyatakan Suka ke Ria Ricis & Curhat ke Atta Halilintar

Baca: Begini Pandangan BPD Prabowo-Sandi di Kalsel Atas Dugaan Praktek Politik Uang di Banua

Problemnya banyak jamban yang berada di bantaran sungai. Kondisi ini selain kurang sedap di pandang mata, di samping itu menimbulkan pencemaran sungai dari berbagai bakteri.

Faktanya warga setempat sering terserang penyakit diare, muntaber dan penyakit kulit. Fenomena ini ada kaitannya dengan limbah rumah tangga dan kebiasaan masyarakat yang membuang kotoran /MCK di sungai.

"Demi menciptakan sungai yang bersih, enak dipandang dan warganya sehat dan terhindar dari penyakit diare, muntaber dan gatal-gatal, maka solusi praktisnya memindahkan jamban yang berada di bantaran sungai, dipindah ke darat," jelas Ipda Indra Wahyu.

Kepala Desa Sungai Salai Hilir, Fakhriansyah kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, mengaku senang, warganya mendapatkan bantuan bangunan toilet atau kerap disebut warga setempat jamban.

Fakhriansyah mengaku sudah menjadi kebiasaan masyarakat di wilayah pesisir sungai Margasari, membuat jamban di bantaran Sungai Margasari.

Namun, dengan bantuan jamban yang letaknya di darat atau jauh dari bantaran sungai semoga dapat mengubah kebiasaan masyarakat buang air besar di sungai Margasari. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved