Berita Kabupaten Banjar

BREAKING NEWS - Mau Cuci Kaki, Dua Bocah Meninggal Tenggelam di Irigasi Martapura, Satu Selamat

Dua anak saat terpeleset dan tercebur di aliran irigasi Jalan Taruna Bakti Kompleks Meranti Griya Sungaisipai Kecamatan Martapura

BREAKING NEWS - Mau Cuci Kaki, Dua Bocah Meninggal Tenggelam di Irigasi Martapura, Satu Selamat
Banjarmasinpost.co.id/Hasby
Kapolsek Martapura Kota, Iptu Siswadi di IGD RSUD Ratu Zalecha menjenguk anak yang selamat, Aldi, Minggu (14/4) petang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dua anak saat terpeleset dan tercebur di aliran irigasi Jalan Taruna Bakti Kompleks Meranti Griya Sungaisipai Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar meninggal dunia, Minggu (14/4) sekitar pukul 17.30 wita.

Keduanya meninggal di lokasi kejadian sedangkan satu orang selamat dan dibawa ke IGD RS Ratu Zalecha.

Dua anak yang meninggal dunia yakni Arfin Nor Asraf (7) dan Ahmad Azril Naufal Riduan (7), sedangkan anak yang selamat bernama Alfi Satriawan (8).

Ketiganya merupakan warga Kompleks Taman Bunga Lestari Martapura.

Anak yang meninggal dunia di lokasi kejadian dibawa ke IGD RS Ratu Zalecha pukul 17.30 wita, dan anak yang selamat Aldi Satriawan setelah menjalani perawatan di IGD Ratu Zalecha dipulangkan sekitar pukul 19.30 wita.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura Kota, Iptu Siswadi membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi yang ada di TKP melihat anak-anak berempat bermain sepeda sekitaran irigasi.

Baca: Jembatan di Bantaran Sungai Margasari Tapin Ini Mengerikan, Tak Hati-hati Nyemplung ke Sungai

Baca: Tanggul Irigasi Riam Kanan di Jalan Pendidikan Martapura Terlarang untuk Sampah, Ini Alasannya

Dua anak saat terpeleset dan tercebur di aliran irigasi Jalan Taruna Bakti Kompleks Meranti Griya Sungaisipai Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar meninggal dunia, Minggu (14/4) sekitar pukul 17.30 wita. Orangtua bersedih anaknya meninggal dunia.
Dua anak saat terpeleset dan tercebur di aliran irigasi Jalan Taruna Bakti Kompleks Meranti Griya Sungaisipai Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar meninggal dunia, Minggu (14/4) sekitar pukul 17.30 wita. Orangtua bersedih anaknya meninggal dunia. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Cuaca sebelumnya hujan dan sepeda mereka becek, keempat anak bermaksud mencuci kaki di irigasi, namun Safa (3) tidak ikut turun ke irigasi dan menunggu dipinggir.

“Ketiga anak turun, salah satu jatuh bernama Afrin kemudian disusul Azril dan Aldi yang mana Azril dan Aldi ini sebenarnya ingin menolong tetapi tidak bisa berenang, melihat ketiganya terjemur kemudian Safa memberitahukan kepada warga,” katanya.

Selanjutnya warga langsung ke lokasi. Jenazah korban tenggelam itu termasuk Aldi ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian tempat jatuh, kondisi air irigasi dalam keadaan penuh dan arus sore itu deras ketinggian sekitar 1,6 meter.

“Saksi atau warga yang menolong menerangkan bahwa sempat kewalahan karena arus deras dan ketiganya setelah berhasil dibawa ke tepian langsung dibawa ke RS Ratu Zalecha, Aldi masih ada pernapasan dan tertolong,” jelasnya.

Dirinya menghimbau warga sekitar utamanya yang tinggal disekitar aliran irigasi agar selalu mengawasi kegiatan anak di luar rumah, terlebih hujan dan arus irigasi deras.

Pihaknya akan bekoordinasi dengan pihak desa dan bhabinkamtibmas untuk mengeluarkan himbauan seperti dalam bentuk spanduk dan kegiatan desa untuk mengawasi anak-anaknya diluar rumah, terutama samping irigasi.

Tambah Siswadi, anak-anak tersebut sudah sering main di irigasi, tetapi air tidak dalam keadaan pasang dan masih ditempat keramaian, banyak orang melihat.

Berdasarkan keterangan saksi pula, tidak ada anak yang mandi di lokasi kejadian tempat terpelesetnya Afrin itu, hanya untuk mencuci kaki dan ternyata Afrin terpeleset. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved