Berita Banjar

Pulau Rusa dRiam Kanan Tambah Penghuni Baru, Empat Owa-Owa dan Dua Bekantan Dilepas Liarkan

Empat ekor Owa-Owa (satu jati dan tiga betina, dilepasliarkan di kawasan habilitasi Pulau Rusa, Minggu (14/4/2019).

Pulau Rusa dRiam Kanan Tambah Penghuni Baru, Empat Owa-Owa dan Dua Bekantan Dilepas Liarkan
Nurholis Huda /Banjarmasin Post
Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq memberi dot susu kepada Bekantan yang dilepasliarkan di Pulau Bekantan, Minggu (14/4 /2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA-Empat ekor Owa-Owa (satu jati dan tiga betina, dilepasliarkan di kawasan habilitasi Pulau Rusa, Minggu (14/4/2019).

Acara pelepasan Owa-Owa itu dilakukan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq didampingi jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Tentunya Satwa itu menambah khazanah Pulau Rusa seluas 4,5 hektar
di mana sebelumnya terdapat tujuh rusa totol yang diboyong dari Istana Bogor.

Selain itu pengujung yang akan datang tentunya akan disugukan pesona Owa-Owa yang bergelantungan di pohon.

Baca: Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Berburu Model, 78 Model Kalsel Ikuti Audisi

Baca: Kronologi dan Penyebab Kericuhan Saat Ahok BTP Mencolos di Jepang untuk Pilpres 2019 (Pemilu 2019)

Baca: Residivis Narkoba di Langkat Tewas Nekat Melompat ke Sungai , Begini Kronologisnya

Baca: Instagram, Facebook dan WhatsApp Down atau Error, Pengguna Lakukan Ini via Twitter

Dijelaskan Hanif pihaknya sudah memperkaya areal lokasi tersebut dengan tanaman pisang dan pepaya untuk ketersediaan makanan bagi satwa yang ada. "Ya sembari masih terbatas, kita suplai juga makanan dari luar (dinas) untuk subsidinya," tandasnya.

Selain melepas Owa-Owa di Pulau Rusa, Hanif Faisol Nurofiq juga melepasliaran dua ekor bekantan, yang lokasinya tak jauh dari gugusan Pulau Rusa di Riam Kanan.

"Kedepan pulau ini kita namakan pulau bekantan, karena habituasi bekantan sangat cocok di lokasi ini. Kita baru lepas dua, dari tiga kita punya. Satu bekantan masih dalam habituasi, karena masih kurang fit," kata Hanif Faisol Nurofiq.

Dijelaskan Hanif, Pulau Bekantan di Riam Kanan ini luasnya sekitar 24 hektar. "Setelah kita lakukan cek oleh ahli bekantan prof Arif Di lokasi pulau ini bisa mampu ditempati 100 ekor bekantan. Kami sudah siapkan sarananya dan sudah memadai tinggal proses pelimpahan bekantan," tandas Hanif.

Dijelaskan Hanif, empat Owa-Owa dan dua bekantan tersebut berasal dari serahan orang-orang yang ditemukan beberapa tempat di Kalsel yang nyasar ke perumahan warga.

Kapan akan dibuka untuk Umum? Hanif menyebut dua lokasi baik pulau rusa dan Pulau bakantan binaan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ini akan lebih dulu menggodok Perda tertibusinya untuk bisa legal tarifnya.

"Sementara ini masih terbuka umum, namun syarat syaratnya harus mengikuti ketentuan pengelola. Misal makanan tak boleh dari luar. Sebab satwa di Pulau ini rentan dengan makanan yang dibawa pengujung. Plastik pun bisa dimakan. Makanya itu kita jaga jaga disiapkan oleh pengelola untuk makanan khusus satwa dan pengujung kemudian yang bayarnya. Kemudian pengujung bisa memberikan makan kepada satwa yang ada secara langsung, " tandas Hanif.

Dirancang, sambung Hanif, baik pulau Rusa dan Pulau Bekantan untuk pelepasliaran satwa selanjutnya sekaligus di Permanenkan, direncanakan oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor usai Pilpres.

Baca: Live Streaming Trans 7 MotoGP Amerika 2019, Marquez Ada Masalah di Motornya, Peluang bagi Rossi?

Baca: Penampakan Istri SBY, Ani Yudhoyono Nyoblos di Singapura, Hasil Pilpres 2019 Luar Negeri Sudah Ada?

"Dalam waktu dekat ini lah. Kita coba susun jadwal untuk agenda pelepasliaran lagi dan akan menghadap ke Pak Gubernur, baik rusa dan Bekantan, termasuk ular, beruang dan landak kemudian akan dirancang lepasliarkan lagi," tandasnya.

Dijelaskan Hanif, selain konsen melakukan habituasi satwa juga Dinas Kehutanan juga mendorong sektor kepariwisataan di Kalsel. Salah satunya dengan menambah spot wisata termasuk yang tengah dikembangkan wisata pulau ruda dan di Pulau Bekantan.
(banjarmasinpost.co.id /nurholis hudas).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved