Ragam Makanan

10 Salad Indonesia dan Asal Daerahnya, Tak Kalah dari Mancanegara Cocok untuk Ramadhan 2019

10 Salad Indonesia dan Asal Daerahnya, Lokal Tak Kalah dari Mancanegara dari Rujak Cingur Hingga Karedok

10 Salad Indonesia dan Asal Daerahnya, Tak Kalah dari Mancanegara Cocok untuk Ramadhan 2019
tribun jogja
Gado-Gado Bu Hadi 

Tak suka sayur? Jangan khawatir, 10 salad Indonesia dan asal daerahnya ini bisa menggugah selera untuk makan

BANJARMASINPOST.CO.ID - 10 Salad Indonesia dan Asal Daerahnya, Lokal Tak Kalah dari Mancanegara dari Rujak Cingur Hingga Karedok, cocok untuk Ramadhan 2019.

Salad adalah dikenal sebagai jenis makanan dari Barat. Namun, di Indonesia pun ada jenis makanan serupa dengan salad hingga serta pantas disebut dengan nama tersebut.

Salad khas Indonesia ini pun tak kalah dari salad dari Barat karena punya citarasa sendiri yang nikmat dan menyegarkan. Makanan Indonesia yang tergolong jenis salad diantaranya adalah pecel, gado-gado, karedok, lotek, rujak cingur, dan lainnya.

Inilah 10 Salad Indonesia dan asal daerahnya adalah sebagai berikut:

  1. Rujak Cingur, berasal dari Jawa Timur. Makanan dari bahan dasar sayur-mayur dan buah-buah seperti mangga muda, bengkoang, nanas dicampur dengan cingur dan sambal kacang. Cingur adalah moncong (mulut sapi).    
    Inilah rujak cingur khas Jawa Timur.
    Inilah rujak cingur khas Jawa Timur. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

    Baca: 5 Makanan Pemicu Bau Badan Ini Sering Dikonsumi Sehari-hari, Kecuali Nomor 5

  2. Karedok, asli Jawa Barat berbahan sayur mentah hingga jadi lebih segar. Karedok diberi bumbu kacang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi. Mengandung beberapa vitamin termasuk vitamin C, B kompleks, A, D, dan E. Meski cukup enak disantap sebagai makanan pembuka, karedok lebih cocok dijadikan makanan pendamping bersama nasi hangat dan lauk pauk.   

    Baca: 5 Jenis Makanan Ini Jangan Dikonsumsi Malam Hari Agar Tidak Gemuk, Ada Cokelat dan Makanan Pedas

  3. Pecel semanggi, khas Surabaya, Jawa Timur. Pecel semanggi hanya cocok dimakan sebagai makanan pembuka selera dan tidak cocok dikombinasikan dengan nasi, lontong, dan lainnya. Berbahan dasar daun semanggi (Marsilea crenata) yang dikukus, ditambah taoge rebus. Saus yang digunakan saus kacang untuk peceltapi ditambahkan ketela rambat yang dihaluskan bersama petis udang.

    Baca: Begini Ketatnya Aturan Makanan yang Harus Diberikan kepada Bayi Kerajaan Inggris

  4. Asinan betawi/rujak pengantin, bukan buah-buahan yang digunakan tapi sayur-mayur rebus dengan disiram bumbu kacang encer. Sering ada dalam hajatan pernikahan betawi. Menggunakan sambal kacang terdapat tambahan ebi di dalamnya. Tidak direndam dalam air cuka, kecuali sawi asin. Saat hendak dihidangkan, bahan-bahan ditata di atas piring, kemudian disiram saus kacang dan ditaburi kerupuk. 
    Asinan betawi ini berbeda dari asinan Bogor.
    Asinan betawi ini berbeda dari asinan Bogor. (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

    Baca: 3 Langkah Mudah Cegah Obesitas Sejak Dini, dari Cek Fisik Hingga Jaga Asupan Makanan

  5. Pecel, sayuran rebus disiram bumbu sambal kacang. Populer di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terdiri dari kangkung, kacang panjang, taoge, mentimun, daun bayam dan daun kemangi. Bumbu sambal kacang yang disiram di atas sayuran rebus terbuat dari kencur, gula merah, garam, cabai, jeruk purut, dan kacang tanah.
  6. Lotek, dari sayuran rebus dan dicampur dengan bumbu kacang. Bumbu sambal sering ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Lotek lebih terasa manis dibanding pecel atau gado-gado.
  7. Asinan Bogor, dalam asinan bogor tidak terdapat saus kacang. Asinan bogor tidak hanya terdiri dari sayuran juga buah-buahan. Menggunakan air cuka sehingga memiliki cita-rasa asam, pedas, manis, dan menyegarkan, tetap ada butiran kacang goreng di dalamnya. Rasa segar lebih terasa jika asinan sayur ini lebih dulu disimpan sejenak di dalam kulkas. Asinan ini sangat baik karena terdiri atas beragam bahan pangan. Dibandingkan dengan sayuran yang dimasak, nilai nutrisinya lebih terjaga utuh pada asinan bogor. Potensi kandungan bakteri lebih rendah karena adanya cuka dan cabai.   

    Baca: KalselPedia: Pundut Nasi, Makanan Tradisional Khas Banjar, Kalimantan Selatan

  8. Urap, menganmdung parutan kelapa. Makanan khas dari Jawa ini menggunakan berbagai macam jenis sayuran mentah. Bumbu yang digunakan berupa parutan kelapa dengan aneka bumbu-bumbu khas Indonesia seperti kencur, cabai. Tidak berkuah seperti yang lainnya.   
  9. Rujak Bulung dari Bali, dari namanya jelas asalnya. Tidak menggunakan sayur-mayur melainkan dari rumput laut segar. Bumbu yang digunakan parutan kelapa dengan bumbu-bumbu khas.
    Lomba kreasi rujak di SIT Al Khair Barabai. Kelompok Siswa ini membuat rujak dengan tema Save Meratus
    Lomba kreasi rujak di SIT Al Khair Barabai. Kelompok Siswa ini membuat rujak dengan tema Save Meratus (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

10. Gado-gado, pada prinsipnya sama seperti pecel. Bedanya gado-gado umumnya diberi tambahan irisan telur dan kentang rebus. Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu saus kacang atau dimakan bersama nasi putih. Aada beragam jenis gado-gado, misalnya gado-gado Jakarta, Surabaya, dan Padang. Sedangkan gado-gado Solo karena sebagian sayurannya mentah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Murah dan Sehat, Ini 10 Salad Indonesia yang Tak Kalah dari Versi Bule

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved