Pemilu 2019

Baliho Pemilu Belum Turun di Masa Tenang, Ternyata Caleg Kalsel Hanya Sediakan Biaya Pasang

Sejak Minggu (14/4), tahapan Pemilu sudah memasuki masa tenang. Namun sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) dari beberapa Calon Legislatif

Baliho Pemilu Belum Turun di Masa Tenang, Ternyata Caleg Kalsel Hanya Sediakan Biaya Pasang
FOTO BAWASLU BATOLA UNTUK BPOSTGROUP
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batola didampingi aparat satpol PP menertibkan alat peraga kampanye (APK), Rabu (30/1/10) pagi, di Jl AS Nasution Marabahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak Minggu (14/4), tahapan Pemilu sudah memasuki masa tenang. Namun sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) dari beberapa Calon Legislatif (Caleg) di Kota Banjarmasin seperti baliho, T banner dan pamflet, masih banyak terlihat di sejumlah lokasi.

Pantauan, Minggu sore, sejumlah baliho masih terdapat pada ruas jalan permukiman warga. Di antaranya, di wilayah Sungaiandai dan Teluktiram, Banjarmasin. Selain itu, masih cukup banyak didapati APK Calon Anggota DPD maupun caleg kabupaten/kota maupun Provinsi Kalsel dari berbagai partai yang terpampang di Jalan Belitung, Banjarmasin Barat dan Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara, bahkan di jalan potokol Kota Banjarmasin.

Pihak Bawaslu Kota Banjarmasin mengakui masih ada sebagian APK yang terpasang. “Sementara ini kami lihat sebagian besar APK sudah dilepas. Tapi masih ada sedikit yang tersisa,” ucap Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, M Yasar.

Baca: Hasil MotoGP Amerika 2019, Marquez Crash, Alex Rins Juara, Valentino Rossi Podium Dua, Dovizioso?

Baca: Masa Tenang Pemilu 2019, Arema FC Tunda Arak-arakan Trofi Piala Presiden 2019

Bawaslu Kota Banjarmasin sudah melakukan komunikasi dengan peserta Pemilu 2019 untuk melepas APK milik mereka.

Secara blak-blakan, Yasar mengutarakan kendala yang dihadapi oleh sebagian Caleg saat ini. “Mereka (sebagian caleg) mengatakan kendalanya ada pada dana. Jadi mereka hanya membayar dana pemasangan dan pelepasannya belum terbayarkan,” ung­kap Yasar.

Namun, Bawaslu Kota Banjarmasin membatasi keberadaan APK harus bersih pada H-1 pesta demokrasi 2019.

Apabila masih kedapatan, Yasar menjelaskan, bisa saja dilakukan penindakan pelanggaran seperti pencopotan tanpa koordinasi dengan tim pemenangan caleg. Selain itu peserta Pemilu yang melanggar, dalam artian dianggap masih melakukan kampanye di luar jadwal, maka diancam sanksi pidana satu tahun penjara atau denda Rp 12 juta.

Di Hulu Sungai Selatan (HSS), Satpol PP bersama anggota TNI dan Polri, kemarin bekerja keras melakukan penurunan. Ketua Bawaslu HSS Hasnan Fauzan mengatakan, sejak pagi hingga sore ini pihaknya masih melakukan penertiban di lapangan, bersama Satpol PP, anggota Polri dan TNI.

Penurunan oleh Bawaslu dan petugas juga dilakukan di Tapin.

Di Batola karena hingga kemarin banyak APK belum diturunkan, hari ini Senin (15/4) Bawaslu setempat bersama Satpol PP akan melepas seluruh alat peraga kampanye baik partai maupun calon legislatif yang masih terpajang kuat di sejumlah lokasi jalan protokol.

Mengenai masih adanya APK yang terpasang di masa tenang, salah seorang Caleg DPRD Kota Banjarmasin, Sukhrowardi menyatakan sudah berusaha menurunkan APK miliknya. Walaupun diakuinya, tak seluruhnya berhasil diturunkan.

Menurutnya, dengan memasang APK, Ia sudah berpartisipasi untuk melakukan sosialisasi Pemilu, sehingga mengharapkan peran Bawaslu untuk menjalankan fungsi dan tugas. Termasuk untuk menertibkan termasuk dengan menurunkan baliho peserta pemilu di masa tenang. (banjarmasinpost.co.id/ell/acm/ogi/tar/han)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved