Dana BOS

Juknis Baru Dana BOS Berdampak Luas, SMPN 1 Banjarmasin Mengambil Kebijakan ini

Petunjuk teknis (juknis) baru No.3 tahun 2019 yang terbit Maret silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS)

Juknis Baru Dana BOS Berdampak Luas, SMPN 1 Banjarmasin Mengambil Kebijakan ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (15/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petunjuk teknis (juknis) baru No.3 tahun 2019 yang terbit Maret silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari Kementerian Pendidikan yang melarang biaya makan dan minum harian di sekolah jenjang SD dan SMP dianggarkan dari dana BOS terus berdampak luas.

Seperti halnya, SMPN 1 Banjarmasin akhirnya memutuskan menyetop kegiatan makan dan minum harian di sekolah yang dianggarkan per satu guru atau pegawai lainnya selama ini Rp 8.000.

“Dana Rp 8 ribu per guru atau pegawai sekolah terpaksa kita setop mulai Maret ini. Kan juknis BOS No.3 tahun 2019 itu terbit Maret. Pada Januari sampai Februari untuk dana makan dan minum harian sekolah sudah kita masukkan di aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dana BOS,” kata Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMPN 1 Banjarmasin, Edy Miharto, Minggu (14/4).

Menurut Edy, terbitnya juknis baru tersebut memang menjadi masalah tersendiri bagi SMPN 1 Banjarmasin.

Baca: Video Amarah Ahok BTP Saat di Jepang, Suami Puput Nastiti Devi Nyoblos di Osaka untuk Pilpres 2019

Baca: Bandingkan Luna Maya dan Syahrini dengan Wajah Tanpa Make Up, Istri Reino Barack Buktikan Ini

Baca: Reaksi Pilu Gading Marten Saat Gempita Tanyakan Ini Saat Liburan Bareng Gisella Anastasia di Bali

Baca: Pertentangan Sikap Aurel dengan Ashanty, Anang Hermansyah dan Krisdayanti Soal Pilpres 2019, Tapi?

SMPN 1 juga masih untuk menganggarkan makan dan minum harian pada kegiatan rapat sekolah.

Sebab, rapat sekolah tersebut tidak dilaksanakan setiap hari.

“Iya juknis BOS No.3 Tahun 2019 cukup membuat kacau sekolah. Ini tak hanya dialami SMPN 1 Banjarmasin, tapi semua SMPN lainnya di kota ini,” katanya.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, memang ada saran agar uang makan dan minum harian diselipkan di kegiatan rapat bulanan sekolah, tapi sepertinya masih dilaksanakan sehingga sekolah masih belum bisa melaksanakannya.

“Kami masih menggagas makan dan minum harian sekolah dimasukkan dalam anggaran kegiatan Jumat Takwa satu minggu sekali,” katanya.

Dijelaskannya, untuk minta bantuan ke komite sekolah dan orangtua untuk partisipasi uang makan dan minum harian sekolah jelas tidak mungkin karena saat ini sudah menjelang akhir tahun ajaran sekolah.

“Saya kira orangtua akan memahami jika dijelaskan kondisi sekolah, terutama soal partisipasi orangtua untuk dana makan dan mimum harian. Namun momen paling tepat menjelaskan itu pada awal tahun ajaran baru. Jadi mulai Maret ini, anggaran makan dan minum harian sekolah sudah kita coret dari dana BOS,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved