Pasar Gelap Satwa Dilindungi

Kegeraman Para Pencinta Satwa Melihat Maraknya Aksi Jual Beli Hewan Langka

MARAKNYA aksi penyelundupan atau jual beli hewan langka dan dilindungi ini membuat gerah para pencinta satwa yang tergabung di komunitas.

Kegeraman Para Pencinta Satwa Melihat Maraknya Aksi Jual Beli Hewan Langka
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (15/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MARAKNYA aksi penyelundupan atau jual beli hewan langka dan dilindungi ini membuat gerah para pencinta satwa yang tergabung di komunitas.

Salah satunya Oki Randitya dari South Borneo Dog Lovers.

“Maraknya jual beli satwa dilindungi karena Undang-Undang masih lemah,” kata Oki, kemarin.

Oki mengatakan di Facebook grup Borneo Animal Buy and Sell sering ada yang jual beli kucing hutan.

Baca: Pernyataan Menyentuh Ustadz Abdul Somad Soal Fitnah Terima Rumah dari Prabowo Terkait Pilpres 2019

Baca: Sule Kini Terjun ke Bisnis Kuliner, Terungkap Menu Utamanya Ternyata Kaki Ayam

Baca: Bagian Tubuh Burung Langka pun Ditawarkan

Baca: Syahrini Kepergok Pakai Sendal Bulu Berharga Mahal, Padaal Niat Istri Reino Barack Tampil Sederhana

“Pokoknya di media sosial masih ramai. Sempat ada coba kontak mau ‘mancing’ mereka yang praktik jual beli, tapi pelaku tidak mau face to face (tatap muka)," ujarnya.

Esther Imelda atau yang akrab disapa Imey dari gabungan komunitas anti kekerasan hewan domestik (Gakhdi) juga mengaku miris akan situasi ini.

"Kembali ke edukasi, libatkan masyarakat dalam kegiatan pelestarian. Harus lebih banyak edukasi, satu masyarakat juga banyak yang belum paham hanya melihat segi ekonomi," ujar Imelda yang juga aktif di animal stories Indonesia ini.

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved