Berita Banjarmasin

Meski Setuju Membongkar Bangunan, Warga Rantauandarat Tetap Ajukan Banding Ganti Rugi 

Warga di Rantauandarat, memilih membongkar bangunannya sendiri dan diserahkan kepada pihak ketiga, untuk dibeli.

Meski Setuju Membongkar Bangunan, Warga Rantauandarat Tetap Ajukan Banding Ganti Rugi 
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sejumlah bangunan yang ada di pinggir jalan Rantauandarat telah rata dengan tanah. Terlihat dari kejauhan, satu bangunan yang masih berdiri dalam proses pembongkaran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jejeran bangunan di Rantauandarat, Banjarmasin yang terdampak pembebasan lahan untuk pendukung akses RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin kini telah rata dengan tanah.

Warga di kawasan tersebut, memilih membongkar bangunannya sendiri dan diserahkan kepada pihak ketiga, untuk dibeli.

Beberapa tukang terlihat membongkar satu rumah yang tersisa, Senin (15/4/2019). Pastinya sudah tak ada lagi penghuni pada bangunan tersebut. Dimana sebelumnya ada delapan unit rumah yang pemiliknya menolak untuk dibongkar.

Baca: NEWSVIDEO : TPS Unik Di Komplek Herlina Perkasa Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin 

Baca: SMKN 1 Paringin Raih Prestasi di Ajang Festival Ilmiah Nusantara (FIN), Tampilkan Karya Ilmiah Ini

Baca: Prabowo Jadi Penjamin Penangguhan Ahmad Dhani, Mantan Suami Maia Estianty Bebas?

Ahmad Kusasi, warga Rantauandarat yang terdampak pembebasan lahan di area itu juga memutuskan untuk pindah. Ia merupakan satu dari sejumlah warga yang sempat menolak penggusuran.

Namun atas diskusi dengan Wakil Wali Kota Banjarmasin pada pertengahan Maret lalu, ia dan warga lainnya setuju untuk membongkar bangunan tersebut.

Meski dibongkar, rupanya urusan biaya pembayaran ganti rugi masih diperpanjang. Sebelumnya biaya tersebut telah diletakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarmasin ke pengadilan, dalam artian konsinyasi.

Hal itu karena warga menolak rumahnya digusur dan dibayar dengan harga yang menurut mereka cukup rendah.

Kisruh panjang sempat terjadi pada proses pembebasan lahan ini. Bahkan mencapai lebih dari dua tahun belakangan. Hingga akhirnya pada Maret 2019 lalu, warga mendapatkan SP 3 dan mengadakan negosiasi dengan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah.

Ya, warga memang memilih membongkar rumah mereka sendiri. Akan tetapi rupanya cerita di pengadilan masih berlanjut. Warga sempat mengajukan gugatan yang kemudian dimenangkan oleh Pemko Banjarmasin sebagai pemilik lahan yang mereka diami selama ini.

Lantas, perhelatan berlanjut pada ajuan banding yang dilakukan oleh warga Rantauandarat, karena tidak terima keputusan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved